ekonomi

Dari Surabaya ke Pasar Global, Destry Ungkap Kekuatan Ekonomi Syariah Jatim di FESyar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 01:10 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti bersama Khofifah Indar Parawansa saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Jawa Timur kembali menjadi panggung utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dari Surabaya, Bank Indonesia mendorong potensi ekonomi syariah tidak berhenti pada pameran dan seremoni, tetapi bergerak menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menembus pasar global.

Hal itu ditegaskan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

Destry menyebut Jawa Timur memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu penggerak utama ekonomi syariah nasional. Bukan hanya karena mayoritas penduduknya Muslim, tetapi juga ditopang ribuan pesantren, pelaku usaha, industri halal, serta pengalaman panjang Jawa Timur sebagai pusat kegiatan ekonomi syariah.

“FESyar ini sudah 13 kali diselenggarakan dan tidak pernah bergeser dari Jawa Timur. Kita tidak bisa berpindah ke lain hati,” ujar Destry.

Menurutnya, Surabaya memiliki posisi historis dalam perjalanan ekonomi syariah nasional. Kota ini menjadi lokasi awal penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada 2014, sebelum konsep tersebut berkembang menjadi agenda berskala nasional.

Destry menilai keberlanjutan FESyar di Jawa Timur menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi syariah di wilayah tersebut memiliki basis yang kuat untuk terus dikembangkan.

Jawa Timur sendiri memiliki sekitar 97,33 persen penduduk Muslim dan 7.347 pondok pesantren. Potensi tersebut menjadi modal sosial dan ekonomi yang dapat dikembangkan melalui penguatan usaha halal, pembiayaan syariah, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar.

FESyar Regional Jawa 2026 mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.”

Bukan sekadar festival, agenda ini dirancang mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan, pemerintah, pesantren, industri, dan berbagai mitra strategis untuk memperluas kolaborasi.

Sebanyak 312 stan hadir dalam penyelenggaraan FESyar tahun ini. Selain pameran, rangkaian kegiatan juga mencakup forum bisnis, kompetisi, edukasi, serta berbagai agenda yang diarahkan untuk mempertemukan produk dan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas.

FESyar Regional Jawa 2026 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Oktober 2026.

Jatim Punya Modal Besar Industri Halal

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut mendampingi pembukaan mengatakan pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur terus diperkuat dari sisi industri halal, pariwisata ramah Muslim hingga pembiayaan.

Hingga Agustus 2026, tercatat 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan di Jawa Timur yang mencakup sekitar 1,8 juta produk.

Ekosistem tersebut juga diperkuat dengan 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), 804 destinasi pariwisata ramah Muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal.

Halaman:

Tags

Terkini