ekonomi

TTL Perkuat Integritas Personel Pengamanan melalui Sosialisasi WBS dan Anti-Gratifikasi

Minggu, 13 September 2026 | 19:38 WIB

NAWACITAPOST.COM — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) semakin serius membangun budaya kerja yang berintegritas dengan memperkuat pemahaman personel terhadap pengendalian gratifikasi dan mekanisme Whistleblowing System (WBS).

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi kepada personel Port Security TTL pada Jumat (11/9/2026). Pemilihan personel pengamanan sebagai peserta menjadi bagian penting dari langkah perusahaan, mengingat mereka berada di lini terdepan dan berinteraksi langsung dengan pengguna jasa maupun pemangku kepentingan di kawasan terminal.

Materi mengenai pengendalian gratifikasi disampaikan Abu Hasan Asyari dari Unit Pengendali Gratifikasi TTL. Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk gratifikasi, potensi risiko yang dapat muncul dalam pelaksanaan tugas, serta langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi yang berkaitan dengan benturan kepentingan.

Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi penguatan pesan perusahaan agar seluruh personel berani dan tegas menolak segala bentuk pemberian yang berpotensi memengaruhi objektivitas dalam menjalankan tugas.

Selanjutnya, Muhammad Hariyanto dari Satuan Pengawas Internal TTL memberikan penjelasan mengenai penerapan WBS. Para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran, sekaligus memastikan proses pelaporan dilakukan berdasarkan informasi yang cermat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui WBS, perusahaan mendorong setiap insan TTL untuk turut berperan dalam menjaga lingkungan kerja yang transparan.

Mekanisme tersebut juga memberikan perhatian terhadap aspek kerahasiaan dan keamanan bagi pihak yang menyampaikan laporan.

Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, mengatakan bahwa penguatan integritas menjadi hal penting, terutama bagi personel yang menjalankan tugas secara langsung di lapangan.

“Tim pengamanan adalah garda terdepan pelayanan di lingkungan terminal yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan pemangku kepentingan.

Sosialisasi ini penting agar seluruh personil tegas menolak segala bentuk benturan kepentingan, dan mampu menjalankan tugas pengamanan dengan profesional,” ujar Anam.

Ia menambahkan, pengendalian gratifikasi dan WBS tidak boleh dipandang hanya sebagai pemenuhan terhadap ketentuan perusahaan. Keduanya harus menjadi bagian dari perilaku kerja sehari-hari.

“Pengendalian gratifikasi dan Whistleblowing System adalah bagian penting dari budaya integritas. Penerapannya bukan sekadar formalitas aturan, melainkan komitmen yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait kondisi yang berpotensi terjadi selama menjalankan tugas pengamanan di lingkungan terminal.

Melalui kegiatan ini, TTL menegaskan bahwa upaya menciptakan tata kelola perusahaan yang bersih membutuhkan keterlibatan seluruh unsur organisasi.

Halaman:

Tags

Terkini