Air limbah domestik yang telah melalui proses pengolahan tidak langsung dibuang, tetapi dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan, salah satunya penyiraman tanaman di area terminal.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip efisiensi sumber daya sekaligus upaya membangun ekosistem operasional yang lebih berkelanjutan.
Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan KSOP Utama Tanjung Perak, Arizal Hendrawan, M.Sc., yang turut mendampingi kunjungan, menyatakan dukungan regulator terhadap pengembangan pelabuhan yang aman, efisien, sekaligus berwawasan lingkungan.
KSOP Utama Tanjung Perak senantiasa mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan serta berbagai program inovasi dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas operasional di Terminal Teluk Lamong,” ujar Arizal.
Operational Excellence dan Keberlanjutan Berjalan Bersama
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong menegaskan bahwa transformasi menuju Green Port bukan sekadar program lingkungan, melainkan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun terminal yang semakin modern, efisien, dan berkelanjutan.
TTL terus mendorong pemanfaatan teknologi, elektrifikasi peralatan, penggunaan energi ramah lingkungan, serta penguatan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari transformasi operasional perusahaan,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian operational excellence dan keberlanjutan harus berjalan beriringan. Efisiensi operasional tidak boleh mengesampingkan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kami meyakini bahwa operational excellence dan keberlanjutan harus berjalan beriringan untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Senior Manajer Sistem Manajemen dan HSSE PT Terminal Teluk Lamong, Anang Januriandoko, turut memaparkan berbagai aspek teknis penerapan Green Port di lingkungan TTL.
Pemaparan tersebut mencakup implementasi elektrifikasi peralatan, efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, hingga berbagai inovasi yang mendukung pengurangan emisi dalam aktivitas terminal.
Rangkaian langkah tersebut menunjukkan bahwa transformasi menuju pelabuhan hijau bukan hanya tentang mengganti sumber energi, tetapi juga menyangkut perubahan menyeluruh dalam cara terminal mengelola operasional, sumber daya, teknologi, dan lingkungan.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Terminal Teluk Lamong terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus menjaga kualitas layanan dan produktivitas terminal.
Komitmen itu sekaligus menegaskan posisi TTL dalam mendorong terciptanya operasional pelabuhan yang lebih hijau, efisien, modern, dan berkelanjutan, serta menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat pencapaian target Net Zero Emission 2060.
Kalau Anda mau, saya juga bisa membuat 5–10 alternatif judul yang lebih menarik dan bernuansa headline media online dari berita ini. ***