SURABAYA, NAWACITAPOST.COM — Bank Indonesia kembali menegaskan komitmennya memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta.
Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 menjadi ruang kolaborasi Bank Indonesia bersama 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis untuk memperluas akses pembiayaan, digitalisasi, penguatan rantai nilai, hingga pasar domestik dan ekspor.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan penguatan UMKM bertumpu pada tiga kata kunci, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing. Menurutnya, UMKM harus mampu pulih dari berbagai tantangan, memperkuat struktur usaha dan pembiayaan, sekaligus meningkatkan inovasi serta akses pasar.
KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 dan menghadirkan lebih dari 550 UMKM secara luring serta lebih dari 1.300 UMKM secara daring. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang melibatkan 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
Bagi Jawa Timur, KKI 2026 menjadi momentum penting. Provinsi ini memiliki sekitar 2,57 juta unit usaha UMKM, yang menyerap 96,3 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 57 persen terhadap PDRB Jawa Timur.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur saat ini membina 67 UMKM dari berbagai sektor, seperti wastra, kriya, fesyen, kopi, serta makanan dan minuman olahan. Dalam KKI 2026, sebanyak 17 UMKM binaan BI Jawa Timur tampil secara langsung, sementara 55 UMKM lainnya mengikuti pameran secara daring.
Keikutsertaan tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas bagi UMKM Jawa Timur untuk meningkatkan visibilitas, memperkuat daya saing, serta menembus pasar nasional dan global. Produk unggulan Jawa Timur yang ditampilkan meliputi kopi, kriya, pangan olahan hingga produk kreatif lainnya, termasuk melalui agenda business matching pembiayaan dan ekspor.
Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan menggunakan produk UMKM lokal. Dukungan konsumen dinilai menjadi bagian penting agar UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi mampu tumbuh, naik kelas, dan menjadi kekuatan ekonomi daerah maupun nasional. ***