NAWACITAPOST.COM - Pada akhir Desember 2023, Bank Indonesia (BI) mencatat pencapaian kenaikan posisi cadangan devisa Indonesia, yang naik dari 138,1 miliar dolar AS pada akhir November 2023 menjadi 146,4 miliar dolar AS.
Pertumbuhan ini tidak hanya dipicu oleh performa ekspor yang positif, melainkan juga dipengaruhi oleh strategi pinjaman luar negeri pemerintah.
"Kenaikan posisi cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah," tulis BI dalam keterangannya, Senin (8/1/2024).
Baca Juga: 6.500 Wisatawan Kunjungi Masjid BSI Bakauheni Tiap Bulan
Penyumbang utama dari kenaikan cadangan devisa adalah penerimaan pajak, pendapatan dari sektor jasa, dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Khususnya, praktik frontloading utang untuk belanja awal tahun mempengaruhi pertumbuhan cadangan devisa.
Menanggapi hal itu, pengamat ekonomi Bhima Yudhistira, mengatakan bahwa peningkatan cadangan devisa yang bergantung pada penarikan utang luar negeri bukanlah indikator kesehatan yang optimal.
Ia menggarisbawahi pentingnya kualitas dari kenaikan cadangan devisa, yang seharusnya didorong oleh kinerja ekspor dan pariwisata. Menurut Bhima, praktik frontloading utang luar negeri memberikan kesan "semu" terhadap pertumbuhan cadangan devisa.
Baca Juga: AirAsia Bagikan Promo ASAF 24 Persen, Begini Syaratnya!
Kenaikan yang tidak didorong oleh faktor-faktor ekonomi yang sehat, seperti ekspor dan pariwisata, dapat menimbulkan risiko jangka panjang terutama saat pemerintah harus membayar bunga dan pokok utang di masa mendatang.
"Begitu pemerintah menerbitkan utang luar negeri kan ada valas yang masuk, jadi seolah cadev nya gemuk, padahal praktik ini tidak sehat," kata Bhima.
Kenaikan cadangan devisa yang berkualitas seharusnya didukung oleh kinerja ekonomi yang kokoh, bukan hanya oleh pinjaman luar negeri.
Baca Juga: Kopi Lanceng, Racikan Minuman Unik dari Temanggung
Upaya menjaga stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga harus menjadi fokus utama, sambil menghindari ketergantungan pada utang sebagai sumber utama pertumbuhan cadangan devisa.
"Kalau hanya naik karena utang, lihat saja nanti waktu bayar bunga dan pokok utang maka cadev bisa melorot lagi. Jadi kenaikan cadangan devisanya hanya semu," tutup dia.