ekonomi

Angka Perceraian Di Majalengka Terus Meningkat Faktor Ekonomi Masih Utama

Selasa, 11 Maret 2025 | 15:58 WIB
Caption : Hakim dan Humas Pengadilan Agama Majalengka Yayan Sopian saat ditemui di Kantornya

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Kasus perceraian di Majalengka masih didominasi oleh masalah ekonomi. Pengadilan Agama mencatat bahwa sepanjang tahun 2024 pihaknya telah menangani sebanyak 4.419 perkara, dengan 3.867 di antaranya berupa gugatan cerai.

Meski jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 3,19 persen dibandingkan tahun 2023, perceraian tetap menjadi fenomena yang memperihatinkan di 'Kota Angin' tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Humas Pengadilan Agama Yayan Sopian, dia mengatakan bahwa sebagian besar kasus yang masuk adalah cerai gugat dan cerai talak.

Sebanyak 2.819 kasus cerai gugat yang diajukan tahun 2024, tercatat 2.697 sudah diputus, sementara sisanya masih dalam proses. Adapun cerai talak mencapai 1.195 kasus, dengan 1.147 di antaranya telah diselesaikan.

"Jenis perkara yang diterima Pengadilan Agama Majalengka tahun 2024 didominasi oleh cerai gugat dan cerai talak," ungkap Hakim Yayan Sopian, Selasa (11/03/2025).

Saat ditemui dikantor, Hakim Yayan Sopian juga mengungkapkan bahwa selain perkara perceraian, Pengadilan Agama Majalengka juga menangani berbagai kasus lain seperti izin poligami, pembatalan perkawinan, penguasaan anak, perwalian, hingga penetapan ahli waris.

"Tercatat ada 4 perkara izin poligami, 1 pembatalan perkawinan, 8 perkara harta bersama, 5 perkara penguasaan anak, serta 37 kasus perwalian," jelasnya.

Selain itu, terdapat 3 perkara pencabutan kuasa wali, 1 penunjukan wali oleh pengadilan, 8 perkara asal usul anak, serta 178 kasus pengesahan perkawinan. Dispensasi kawin juga cukup tinggi dengan 315 kasus, diikuti dengan 1 kasus wali adhol, 4 perkara kewarisan, serta 26 penetapan ahli waris.

Masih dikatakan Yayan Sopian, bahwa perceraian sering didominasi karena faktor ekonomi, ketidakharmonisan dalam rumah tangga hingga perselingkuhan.

Menurutnya, meski angka perceraian di Majalengka mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya, hal itu terjadi dikarenakan banyaknya warga Majalengka yang menjadi pekerja migran.

"Fenomena ini menunjukkan tantangan dalam menjaga keutuhan rumah tangga di Majalengka masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari berbagai pihak," tandasnya.(Defri Ardiansyah).

Terkini