NAWACITApost.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengoptimalisasi potensi ekonomi dan layanan jasa perbankan syariah di pondok pesantren (ponpes). BSI ingin menjadikan ponpes sebagai salah satu fokus yang memberikan dampak positif bagi pengembangan pasar syariah.
Hal ini mengingat ponpes memiliki ekosistem yang bisa membangun ekonomi dan keuangan syariah melalui optimalisasi potensi ekonomi yang ada di internal maupun masyarakat lingkungan sekitarnya. Direktur Retail Banking BSI Ngatari mengatakan, ponpes adalah inkubator bagi para calon muslimpreneur di masa depan.
Karena itu, lanjut Ngatati, BSI terus mengkaji skema yang tepat dan efisien agar pesantren bisa memberikan kontribusi yang lebih besar. “Kami terus berupaya mengkaji skema yang tepat dan efisien sehingga bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan ekonomi syariah di Tanah Air,” kata dia, di Jakarta, Kamis (20/7/2023).
saat ini, jumlah ponpes di Indonesia mencapai 39.167 pesantren. Sementara, BSI telah bekerja sama dengan lebih dari 18 ribu pesantren.
Berbagai aspek pengembangan yang telah dilakukan BSI di lingkungan pesantren, antara lain pembiayaan Pertashop sebanyak lebih dari 50 unit, pembiayaan UMKM dan Agen BSI Smart sebanyak lebih dari 200 agen. Adapun agen BSI Smart merupakan Laku Pandai layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif. Aspek pengembangan lainnya yakni manajemen masjid dan memacu entrepreneurship melalui program Talenta Wirausaha BSI bagi para santri pesantren.
Per Mei 2023, BSI juga telah dipercaya mengelola dana pihak ketiga (DPK) ekosistem di lingkungan pesantren sekitar Rp 805 miliar. "Peran pesantren di Indonesia cukup besar. Hal ini tercermin dari lahirnya tokoh-tokoh bangsa yang memberikan kontribusi bagi kemajuan keilmuan di tanah air," kata Ngatari.