Kamis, 4 Juni 2026

Perihal Sumber Ekonomi Laut, Luhut Binsar: Indonesia Berpotensi Jadi High Income Country

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Selasa, 27 Juni 2023 | 16:42 WIB
Menko Luhut Binsar High Income Country
Menko Luhut Binsar High Income Country

NAWACITAPOST.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan ekonomi laut Indonesia memiliki ruang besar untuk berkembang dan berpotensi jadi high income country dalam beberapa tahun mendatang.

Luhut Binsar menyebut pada tahun 2045 proporsi sektor kelautan terhadap ekonomi nasional Indonesia harus lebih dua kali lipat dan terus meningkat.

“Ini adalah tantangan yang perlu kita jawab. Jadi sekarang research ini kita kembangkan terus. Jadi semua kita kalau kompak dan kita sibuk urus ini. Indonesia dengan perjalanan seperti sekarang ini, saya pikir dalam 10 tahun ke depan kita akan bisa high income country," ujar Luhut Binsar dalam keterangan persnya diterima Nawacitapost, Selasa (27/6/2023).

"Menurut saya penting dan kalau ini berjalan terus, saya pikir dalam 3 dekade ke depan kita bisa menjadi masuk negara maju di dunia ini. Itu semua yang bisa kita lakukan, kita kompak. Kita jangan saling menyalahkan dan jangan saling menjelekkan satu sama lain,” sambung Menko Marves, Luhut Binsar.

-
Menko Luhut Binsar High Income Country

Luhut Binsar mengatakan sumber potensi ekonomi Indonesia dari laut salah satunya melalui budidaya rumput laut yang ada di Buleleng, Bali yang telah terlaksana kurang lebih 6 tahun.

Menko Marves, Luhut Binsar memaparkan pengembangan rumput laut penting karena itu karena bisa jadi biofuel, pupuk, makanan, membersihkan laut, dan bisa juga menangkap carbon emission. Di Indonesia sendiri ada lebih dari 200 spesies dan kita baru tiga spesies yang dikembangkan.

Di sinilah peran penting pelaku usaha di sektor kelautan dan kemaritiman sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi di sektor biru, menciptakan peluang usaha baru, membuka lapangan kerja, dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Untuk mencapai tujuan tersebut, kita perlu menciptakan ekosistem yang kondusif bagi inovasi dan investasi di sektor biru," ujarnya.

Luhut Binsar menjelaskan AIS Forum dirancang sebagai platform solidaritas global dalam mengatasi tantangan kelautan secara efektif dan melalui cara-cara yang cerdas serta inovatif.

Saat ini, AIS Forum sebagai cikal bakal Organisasi Internasional telah mampu menginisiasi kolaborasi unik di antara generasi muda di negara-negara AIS.

“Saya mendapat laporan bahwa AIS Forum telah melakukan lebih dari 200 sesi pertukaran pengetahuan, pelatihan, dan bantuan teknis, pemberian beasiswa, hibah penelitian bersama, dan kerja sama program inovatif dengan lebih dari 300 pemangku kepentingan. Selain itu, melalui startup blue hub, telah terbentuk platform ekosistem inovasi biru yang bertujuan mewujudkan ide inovasi untuk menjadi solusi bagi negara-negara pulau dan kepulauan,” papar Luhut Binsar.

Forum ini juga telah berkontribusi fasilitasi pembentukan dokumen Blue Financing Strategic yang telah menjadi salah satu kerangka dasar Indonesia menerbitkan Blue Bond (sukuk biru) pertama di Indonesia, senilai total 11,35 Trilliun Rupiah. Pengalaman ini juga akan “ditularkan” oleh Indonesia kepada negara-negara lainnya melalui AIS Forum.

“Melalui inisiatif AIS Forum, Indonesia berkomitmen untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan,” pungkas Menko Marves Luhut Binsar. (****)

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini