daerah

Reses Imam Syafi'i di Kebonsari: Sekolah Sepak Bola Kampung dan Pencak Silat Butuh Perhatian

Selasa, 18 Februari 2025 | 12:19 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi'i dari partai Nasdem, saat agenda reses jaring aspirasi di RW03 Kebonsari Jambangan, Senin (17/2/2025) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Seperti reses-reses sebelumnya, pertemuan anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, selalu dipenuhi warga dengan berbagai aduan dan usulan. Hal ini kembali terjadi saat ia menjaring aspirasi dari warga RW 03 Kebonsari, Jambangan, pada Senin (17/02/2025).

Dalam dialog yang dihadiri sekitar 200 warga, berbagai permasalahan mengemuka, termasuk fasilitas umum (fasum) yang belum diserahkan oleh pengembang, sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak dapat melakukan intervensi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Karena itu, kami nanti meminta warga yang fasumnya belum diselesaikan untuk datang dan berdiskusi dengan komisi. Dengan begitu, semua pihak yang terlibat bisa segera merealisasikan keinginan warga," ujar Imam.

Baca Juga: Komisi A Kritik WFA ASN Surabaya: Jangan Korbankan Pelayanan Publik!

Imam, Legislator partai Nasdem ini  juga mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak cepat dalam menangani fasum-fasos yang belum diserahkan, terutama jika pengembangnya sudah tidak ada. "Sudah ada peraturan daerah (perda) dan peraturan wali kota (perwali) terkait penyerahan fasum, fasos, dan PSU. Jika pengembangnya sudah tidak ada, harus segera dibentuk panitia bersama antara Pemkot dan pengurus kampung untuk mempercepat proses serah terima," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Imam Syafi'i juga menyoroti minimnya tempat latihan bagi anak-anak muda yang aktif di bidang pencak silat. "Kami melihat banyak anak muda di sini yang hobi latihan pencak silat, dan prestasi mereka luar biasa. Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar mereka bisa meminjam halaman sekolah dasar untuk berlatih. Mudah-mudahan mereka bisa semakin berprestasi," kata Imam.

Selain itu, Imam menerima keluhan dari pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB) setempat mengenai minimnya fasilitas penerangan di lapangan sepak bola. "Saat malam, tidak ada lampu, dan para pelatih yang mengabdi di sini pun bekerja secara sukarela. Saya berharap Pemkot dapat memberikan perhatian lebih kepada SSB di kampung-kampung seperti ini. Seharusnya, pelatih bisa diangkat sebagai tenaga outsourcing oleh Disbudporapar agar mereka dapat melatih dengan tenang dan menghasilkan atlet berprestasi," jelasnya.

Baca Juga: Jaring Aspirasi di Lontar, Yona Bagus Tegaskan Pentingnya Skala Prioritas Anggaran Pemkot

Imam juga terkejut saat mengetahui bahwa sekitar 100 rumah warga berada di atas lahan milik PT KAI dengan status sewa. "Kami menyarankan agar mereka datang ke DPRD untuk memperjelas status tanah yang mereka tempati. Ada indikasi bahwa sewa mereka tidak akan diperpanjang, bahkan mereka sudah tidak diperbolehkan membayar sewa. Ini berbahaya, mengingat banyak warga yang telah membangun rumah permanen di lokasi tersebut," ungkap Imam.

Terkait Program Indonesia Pintar (PIP), Imam menilai bahwa semakin banyak anak Surabaya bergantung pada beasiswa untuk melanjutkan pendidikan. "Saya berharap Pemkot bisa menambah kuota beasiswa Pemuda Tangguh untuk siswa SMA dan mahasiswa. Untuk PIP yang berada di ranah Kementerian Dikdasmen dan Kementerian Dikti, kami akan berkoordinasi dengan anggota DPR RI Partai Nasdem di Komisi X agar dapat membantu warga yang membutuhkan," ujarnya.

Sementara itu, ia juga menyoroti peralihan dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ke GAMIS yang menyebabkan beberapa warga kehilangan haknya atas bantuan PIP. "Ternyata ada warga yang sebelumnya menerima PIP, tetapi setelah peralihan ke GAMIS, mereka tidak lagi tercatat sebagai penerima. Akibatnya, bantuan PIP mereka dihentikan. Proses verifikasi data keluarga miskin harus lebih teliti agar tidak ada warga yang benar-benar membutuhkan justru kehilangan haknya," tegasnya.

Baca Juga: Cahyo Siswo Utomo Dukung 'Pasar Tugu' Karang Taruna Ngagel sebagai Upaya Penguatan UMKM

Ketua RW 03, Suhadi, menyambut baik kunjungan Imam Syafi'i, mengingat sebelumnya belum pernah ada anggota dewan yang turun langsung ke wilayahnya. "Warga sangat antusias karena selama ini belum pernah ada anggota dewan yang datang ke sini. Masalah kami banyak, mulai dari fasum yang belum diserahkan, penanganan banjir, hingga pendidikan dan sosial. Mudah-mudahan aspirasi warga kali ini benar-benar bisa terealisasi," ungkapnya.

Suhadi berharap pertemuan ini bukan yang terakhir dan agar ke depan lebih banyak solusi yang dihadirkan bagi warga RW 03 Kebonsari Jambangan. ***

Tags

Terkini