NAWACITApost.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengelar Festival Sastra Sungai Jantan (FSSJ) 2023. Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Siak yang ke-24.
Festival Sastra Sungai Jantan 2023 merupakan yang ke-3 kalinya. Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk menggali potensi sastra generasi muda yang ada di Siak.
"Kita berharap melalui festival ini, ke depan muncul penyair, penulis yang handal memiliki karya berkualitas dan mengharumkan nama kabupaten Siak," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak, Mahadar, dikutip Minggu (15/10/2023).
Mahadar menjelaskan seni sastra merupakan salah satu cabang kesenian. Kesusastraan adalah suatu bentuk tulisan maupun lisan yang memiliki nilai seni dan budaya dan menyajikan keindahan tutur dan bahasa untuk menyamai makna tertentu.
Dengan sastra manusia mampu menunjukkan kebenaran hidup melalui kisah-kisah yang terdapat di dalamnya yang mengisyaratkan pesan moral sehingga dapat memperkaya rohani. Karya sastra di suatu negara bisa terkenal di negara lain.
Karya sastra akan tetap hidup, meskipun ditulis ratusan tahun lalu, dan dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan moral dan kritik. Selain itu, karya dapat dijadikan sebagai pelestarian budaya maupun sarana pendidikan.
Sastra Melayu hidup pada era Melayu tradisional. Sastra Melayu pertama berbentuk cerita-cerita pelipur lara, dongeng-dongeng seperti legenda, cerita jenaka ataupun kisah malang pandir. Ragamnya tertuang dalam hikayat tambo syair dan pantun.
"Karena itu, perlu rasanya kembali digelar Festival Sastra Sungai Jantan 2023 ini, agar muncul penggiat-penggiat sastra daerah. Tentunya dapat mengangkat nilai-nilai budaya, yang syarat dengan kearifan lokal," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Siak Alfedri yang diwakili Sekretaris Daerah kabupaten Siak Arfan Usman saat membuka event tersebut, berharap FSSJ 2025 mendatang dibuat lebih semarak, meriah dan tambah lomba mendongeng cerita rakyat. Apalagi, dongeng cerita rakyat, saat ini hampir punah, padahal di dalamnya terdapat nilai nasehat, dan edukasi.
"Biasanya, dongeng tersebut di sampaikan orang tua Siak dulu saat hendak menidurkan anak atau cucunya,” singkat Ketua LAMR kabupaten Siak itu.
FSSJ 2023 digelar selama 3 hari, yakni pada 13 sampai dengan 15 Oktober 2023. Pesertanya terdiri siswa SMP dan SMA sederajat dan umum. Adapun lomba yang di pertandingan, yaitu lomba cipta sastra, cipta puisi, cerpen, cerita rakyat, cipta syair, cipta pantun dan berbalas pantun, serta baca puisi.
Adapun total peserta sebanyak 234 orang. Kegiatan ini menghadirkan dewan juri yang profesional di bidangnya yang berasal dari Siak maupun luar Kabupaten Siak.
(sokhiaro Halawa).