NAWACITAPOST.COM - Program sarapan bergizi (MBG) yang diinisiasi oleh kader Gerindra, Yona Bagus Widyatmoko, di SDN Kedurus 1 menunjukkan hasil positif. Dalam penelitian yang dilakukan melalui pre-test dan mid-test, indeks belajar siswa meningkat rata-rata 8 poin setelah program berjalan dua minggu.
"Rata-rata nilai indeks belajar siswa kelas 4, 5, dan 6 naik dari 65 pada pre-test menjadi 73 saat mid-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pemberian sarapan bergizi secara rutin memberikan dampak signifikan pada prestasi belajar siswa," jelas Yona, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Surabaya.
Uji coba MBG ini dilakukan sejak 5 November 2024 dan melibatkan 258 siswa dengan pendampingan psikolog dari Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya. Hasil mid-test yang dilakukan pada 14 November mengindikasikan beberapa siswa mengalami lonjakan nilai yang mencolok. “Ada siswa yang nilainya melonjak dari 60 menjadi 85, bahkan ada yang dari 45 meningkat menjadi 85," tambahnya.
Yona menjelaskan bahwa asupan gizi dalam MBG disesuaikan dengan kebutuhan anak, menyediakan 900–1.050 kilokalori per porsi, setara dengan setengah kebutuhan harian. "Dengan asupan ini, siswa memiliki energi yang cukup untuk belajar di kelas dan lebih fokus selama proses pembelajaran," katanya.
Program ini dirancang sebagai langkah awal menuju penerapan MBG secara nasional. Sebagai Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya, Yona juga ingin mempelajari bagaimana distribusi dan pelaksanaan program dapat berjalan optimal. "Kami ingin memastikan menu bergizi dengan biaya Rp 15 ribu per anak, di luar susu, dapat memenuhi kebutuhan gizi dan tetap melibatkan UMKM lokal," jelasnya.
Lebih lanjut, Yona menyampaikan bahwa program uji coba ini akan berakhir pada 29 November 2024. Setelah pelaksanaan post-test pada 28 November, tim akan menganalisis hasilnya. Jika ditemukan siswa dengan indeks belajar yang menurun, pendekatan khusus akan dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.
"Tujuan utama dari uji coba ini adalah memahami sejauh mana dampak MBG terhadap peningkatan prestasi siswa," ujar Yona. Dia juga berencana menyusun laporan lengkap dari hasil penelitian ini sebagai panduan untuk implementasi program MBG di masa depan.
Selain itu, Yona menekankan pentingnya melibatkan UMKM dalam program ini, sesuai arahan Prabowo Subianto. "Pak Prabowo selalu menekankan bahwa MBG tidak boleh menggusur UMKM, melainkan harus merangkul mereka," katanya. ***