daerah

Rumah Warga Miskin Kecamatan Kutawaluya Disambar Petir, Ludes Terbakar

Minggu, 14 April 2024 | 10:49 WIB
Rumah Kacung dan Acih warga dusun Kedung Mundu RT.10 RW.03 Desa Kuta Karya Kecamatan Kutawaluya,

Karawang, NAWACITAPOST.COM - Apes dialami pasangan suami istri (pasutri) Kacung dan Acih. Rumah semi permanen milik warga dusun Kedung Mundu RT.10 RW.03 Desa Kuta Karya Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terbakar akibat disambar petir terjadi hari Jum,at siang 5 April 2024 sekira pukul 14.00 WIB.

Kepala keluarga Kacung menceriterakan, dihari naas bagi keluarganya, cuaca saat itu sedang mendung, Kacung tiduran di tengah rumahnya, sementara Ny.Acih (istrinya) tengah mencuci beras untuk persiapan membuat nasi uduk yang akan dijualnya seusai waktu sholat maghrib di pasar Proklamasi Rengasdengklok.

Dan anak perempuannya "Lala" nampak lelap tertidur di kamar sederhananya.

Tiba- tiba ia mendengar ledakan yang sangat keras sekali dari kamar anaknya kemudian bangkit dari tidurannya lalu dia beranjak menuju kamar anaknya.

Sangat kaget hingga sempat shock, melihat genteng rumah dihuninya ambruk berantakan dan pintu kamar anaknya yang terbuat dari kayu, pecah menjadi dua bagian.

Kondisi itu diperparah dengan dinding tembok rumah Kacung yang terlihat bolong bagai bekas dihantam dengan martil besar.

" anak saya Lala yang kala itu tertidur lelap, dia tak tahu, jika di kamarnya telah terjadi fenomena alam ekstrim sesaat yang sangat mengancam jiwanya, ujarnya

Senada apa yang diceritakan Istri Kacung dan Acih mengaku, sejak peristiwa naas terjadi, dirinya telah kehilangan modal untuk usaha jual nasi uduknya.

" Modal saya untuk jualan nasi uduk hanya pas-pasan saja, dari keuntungan didapatkan, yang hanya bisa buat makan keluarga kami dengan lauk seadanya. Adanya peristiwa itu naas hari itu menimpa keluarga kami, beras yang telah dicuci oleh istri saya dan sedianya itu akan dijadikan nasi uduk untuk dijual di pasar Proklamasi jadi batal kami olah."

" Sekarang, kami tak lagi punya modal usaha, bahkan untuk makan keluarga, kami dibantu oleh tetangga yang iba melihat musibah menimpa kehidupan kami, " jelasnya


Sementara itu ,pihak Kepala Pelaksana ( Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah( BPBD) Mahfudin
mengaku, untuk assessment pihaknya akan mengirimkan anggotanya ke lokasi peristiwa.

" kin aya petugas abdi kalokasi untuk assessment (nanti ada petugas saya kelokasi untuk assessment , butuhnya apa, masalahnya apa, tulisan pada Chatt WA nya." Singkatnya.( Nurjaya Bachtiar).

Terkini