Pada saat yang sama, kesejahteraan dan kapasitas guru harus menjadi perhatian. Guru memegang peran penting dalam pembentukan karakter, tetapi tidak dapat bekerja efektif apabila terus dibebani tanggung jawab tanpa dukungan dan sumber daya yang cukup.
Sikap Redaksi tegas: Pemkot Surabaya harus menjadikan kasus ini sebagai momentum evaluasi nyata terhadap pendidikan budi pekerti, perlindungan anak disabilitas, dan pencegahan perundungan.
Kita tidak boleh menstigma semua anak sebagai pelaku kekerasan, menyimpulkan kesalahan pihak tertentu sebelum ada bukti, atau mengabaikan hak anak yang berhadapan dengan hukum. Namun, kehati-hatian hukum juga tidak boleh berubah menjadi sikap pasif pemerintah.
Anak yang menjadi korban berhak mendapatkan keadilan. Anak yang diduga melakukan kekerasan membutuhkan penanganan sesuai hukum dan pendampingan yang tepat. Sementara itu, keluarga, sekolah, dan pemerintah harus memastikan bahwa lingkungan tempat anak tumbuh tidak membiarkan kekerasan dianggap sebagai permainan.
Sebab, ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya berapa banyak anak yang berhasil meraih prestasi, melainkan juga apakah mereka tumbuh menjadi manusia yang mampu menghargai kehidupan dan martabat sesamanya.
Jangan biarkan tragedi ini berlalu sebagai berita sesaat. Jangan pula menunggu nyawa anak lain melayang untuk mulai mengevaluasi pendidikan karakter. Pemkot Surabaya harus bergerak sekarang.
Penulis : Nawi