daerah

Dua Tahun Kinerja 50 Kursi DPRD Surabaya: Siapa Paling Sering Muncul, Isu Apa yang Dibawa?

Kamis, 24 September 2026 | 15:18 WIB

Dengan demikian, karakter isu keduanya berbeda. Imam lebih banyak dikaitkan dengan persoalan kesejahteraan dan pendidikan, sementara Michael berada pada isu kesehatan dan pengawasan anggaran sektor kesehatan.

Komisi C: Infrastruktur hingga pertanahan

Komisi C juga menjadi salah satu sumber pemberitaan karena berhadapan langsung dengan persoalan banjir, infrastruktur, aset, pertanahan, lingkungan dan pembangunan.

Nama Aning Rahmawati muncul dalam isu DTSEN dan bantuan pemerintah. Eri Irawan antara lain tercatat dalam persoalan pengendalian banjir dan normalisasi saluran.

Sementara Josiah Michael lebih sering muncul dalam isu pertanahan dan aset.

Baktiono memiliki karakter berbeda. Ia memimpin Pansus Raperda Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik yang pembahasannya berlangsung sekitar empat bulan hingga dituntaskan pada Juli 2026.

Artinya, jejak substantif seorang anggota tidak selalu ditentukan oleh banyaknya isu. Satu isu yang dikawal secara konsisten melalui pansus pun dapat menghasilkan rekam kerja yang cukup panjang.

Fraksi Kantin: Jangan Berhenti pada Jumlah Berita

Persoalannya, banyak muncul di media belum tentu identik dengan banyak bekerja.

Begitu pula sebaliknya. Anggota yang aktif dalam RDP, rapat komisi atau pansus belum tentu selalu mendapatkan ruang pemberitaan.

Karena itu, audit media harus dilanjutkan dengan instrumen yang lebih terukur.

Nawi, dari Fraksi Kantin, mengatakan audit tersebut seharusnya tidak berhenti pada penghitungan jumlah pemberitaan.

“Jangan sampai DPRD diukur hanya dari siapa yang paling sering diberitakan. Yang lebih penting adalah ketika mereka muncul, apa yang dibawa, apa yang dipersoalkan, dan apa hasil akhirnya.”

Menurut Nawi, Fraksi Kantin ke depan akan mendorong koordinasi dengan BK DPRD Surabaya untuk mengembangkan survei kinerja anggota DPRD dengan melibatkan wartawan yang sehari-hari melakukan peliputan di lingkungan DPRD Surabaya.

“Wartawan yang ngepos di DPRD setiap hari melihat langsung siapa yang aktif mengikuti rapat, siapa yang bertanya, siapa yang kritis, siapa yang konsisten mengawal persoalan dan siapa yang jarang terlihat. Itu bisa menjadi salah satu sumber data, bukan satu-satunya ukuran,” ujar Nawi.

Ia menegaskan survei tersebut tidak dimaksudkan untuk memberikan cap baik atau buruk kepada anggota DPRD.

Halaman:

Tags

Terkini

Polresta Sidoarjo Bongkar Arena Sabung Ayam di Dua Lokasi

Minggu, 20 September 2026 | 12:39 WIB