Eri pun mendorong evaluasi terhadap penataan reklame di koridor-koridor utama kota apabila jumlah dan desain reklame mulai menimbulkan kesan terlalu padat. Menurutnya, Surabaya membutuhkan kebijakan reklame yang mampu menghasilkan pendapatan daerah tanpa membuat ruang publik kehilangan kualitas visualnya.
"PAD penting, tetapi wajah kota juga penting. Kita harus mencari titik keseimbangan. Jangan sampai karena mengejar pendapatan, masyarakat justru mendapatkan kota yang semakin penuh dengan reklame," pungkasnya. ***