NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa ketersediaan bahan pangan di kota tersebut aman hingga Hari Raya Idul Fitri 2024.
Menurut Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Perekonomian Pemkot Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, stok pangan di Surabaya saat ini tercukupi dengan indeks kecukupan pangan mencapai 2,06.
Meskipun terjadi sedikit kenaikan harga bahan pokok, terutama beras premium, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk beralih menggunakan beras medium.
Baca Juga: 5.312 Aset Pemkot Surabaya Tersertifikasi, 1.100 lagi Ditargetkan Tahun 2024
Kerjasama dengan Bulog dalam penyediaan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) menjadi salah satu langkah yang diambil untuk menjaga stabilitas harga.
Salah satu inisiatif yang ditawarkan adalah melalui Kios TPID, di mana beras dengan harga terjangkau tersedia untuk masyarakat.
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Devie Afrianto, menjelaskan bahwa Kios TPID tidak hanya menyediakan beras dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan alternatif pilihan berkualitas.
Baca Juga: Pengerjaan Tanggul di Jalan Tengger Raya capai 80 Persen, Wali Kota Eri: Dua Minggu Selesai
Sementara itu, Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Dwi Suryaning Endah Yanie, menekankan bahwa kenaikan harga bahan pokok biasanya terjadi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) karena meningkatnya permintaan.
Meskipun demikian, dia menilai bahwa kenaikan harga bahan pokok sejak akhir tahun 2023 dipicu oleh beberapa faktor pemicu, termasuk dampak cuaca ekstrem dan krisis global. ***