daerah

Walaupun Bertaraf Internasional, Pondok Pesantren Giri Majdi Jombang Tetap Lakukan Ini

Kamis, 22 Februari 2024 | 21:32 WIB
Santriwati Ponpes Internasional Giri Majdi Jombang saat belajar kitab Kuning (foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Syawir adalah suatu metode diskusi yang membahas secara mendalam untuk memecahkan permasalahan aktual berdasarkan rujukan dari kitab kuning yang dilakukan di pondok pesantren.

Budaya syawir biasanya dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) salaf pada umumnya, seperti yang dilakukan oleh Pesantren Bertaraf Internasional (PBI) Giri Majdi Jombang. Walau mempunyai model pendidikan pesantren bertaraf internasional, budaya syawir tetap istiqomah dilakukan setiap malam.

Baca Juga: Ingin Tahu Kegiatan Ponpes Internasional Giri Majdi? Yuk Intip 10 Aktivitas Berikut...

Farid Junaidi Direktur Bidang Kepesantrenan PBI Giri Majdi menyebut, kegiatan syawir setiap malam dilakukan, baik kelas Ula maupun Wusto.

“Iya, syawir (diskusi) dilakukan di ruang kelas masing-masing. Didampingi dan dipandu semua asatidz,” terang Ustadz Farid sapaan akrabnya, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga: Bersama Dosen dari Australia, PBI Giri Majdi Jombang Gelar Halaqah Internasional

Dia mengatakan, untuk kelas Ula pembahasannya adalah kitab Fathul Qorib, sementara untuk kelas Wusto kitabnya adalah Fathul Mu'in.

“Malam dimulai pukul 21.00 WIB hingga 23.30 WIB,” lanjutnya.

Dijelaskan Ustadz Farid, selain musyawarah dan diskusi dengan obyek bahasan yang merujuk pada kitab kuning, santri juga disuruh mempresentasikan pelajaran yang telah dijelaskan oleh para ustadz dan mengembangkannya melalui tanya jawab antar santri.

Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru, Santri Ponpes Gadingmangu Mulai Mudik

“Tujuannya melatih kecakapan dan keberanian santri dalam berdiskusi yang mempunyai dasar-dasar kitab kuning,” tandasnya.

Tags

Terkini