NAWACITAPOST.COM – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur memastikan akan turun aksi tandingan pada 3 September 2025. Aksi ini digelar untuk merespons gerakan Cak Sholeh cs yang sebelumnya mengumumkan demo dengan narasi “turunkan Gubernur Jawa Timur” disertai tiga tuntutan.
Ketua MAKI Koorwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menyebut narasi itu mengandung unsur provokasi.
“Penekanan frasa revolusi disertai narasi turunkan Gubernur tersebut mengundang pertanyaan besar dalam benak masyarakat Jawa Timur. Ada apa kok tiba-tiba narasi itu jadi tema aksi?” tegasnya.
Heru menilai Jawa Timur saat ini berjalan stabil di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
“Jawa Timur sedang baik-baik saja. Ibu Khofifah dan Bapak Wagub terus aktif tanpa kenal lelah mengabdikan diri untuk masyarakat. Program pembangunan juga berjalan maksimal,” jelas Heru.
Ia menilai tudingan Cak Sholeh cs terkait dana hibah 2019–2022 dan isu pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah hanya memperkeruh suasana.
“Dana hibah itu sedang ditangani KPK. Kenapa tiba-tiba ada tuduhan seakan-akan Gubernur harus segera ditetapkan sebagai tersangka? Ini yang gila, yang dengar atau yang ngomong sebenarnya. Itu urusan KPK rek, bukan urusanmu,” sindir Heru.
Terkait isu pungli di SMA/SMK, Heru menegaskan tidak ada pungli di dunia pendidikan Jawa Timur.
“Yang ada sesuai Permendikbud adalah dana partisipasi masyarakat. Itu sifatnya tidak mengikat dan berdasarkan kompromi bersama wali murid,” katanya.
Heru juga mengkritik keras langkah Cak Sholeh yang disebutnya gagal memberi edukasi hukum kepada masyarakat.
“Harusnya sebagai pengacara memberi pemahaman hukum positif, bukan malah menggalang massa dengan isu yang tidak jelas,” tegasnya.
MAKI Jatim bersama 17 pengurus kabupaten/kota telah menyatakan siap turun aksi tandingan.
“Saya sudah minta para pengurus MAKI di 17 kabupaten dan MAKI Jatim untuk bersiap. Mulai 2 September 2025 mereka bergerak ke Surabaya, mempersiapkan segala sesuatu terkait dinamika di lapangan,” ungkap Heru.
Ia menutup dengan pernyataan keras bahwa tidak ada kompromi bagi siapapun yang mencoba menghambat pembangunan Jawa Timur.