NAWACITAPOST.COM — Pernyataan Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, yang menganjurkan tes narkoba kepada seluruh anggota Dewan khususnya bagi fraksi PDI Perjuangan menuai reaksi keras dari internal partai.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya sekaligus anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya, Baktiono, dengan tegas meminta agar Adi menarik ucapannya.
"Sebaiknya Ketua DPRD Surabaya menarik ucapannya, karena dia sebagai kader PDI Perjuangan. Saya sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Kota Surabaya memperingatkan Ketua DPRD Surabaya agar menarik ucapannya itu," ujar Baktiono saat ditemui Senin (4/8/2025).
Menurut Baktiono, pernyataan Adi yang menyebut fraksi PDIP secara khusus dalam isu tes narkoba dianggap menyudutkan. Ia menegaskan bahwa sebagai Ketua DPRD, Adi seharusnya bersikap netral dan menyampaikan pernyataan yang mewakili seluruh fraksi.
"Sebagai Ketua DPRD di Kota Surabaya, ngomongnya itu harus secara umum. Umumnya ketua itu bukan ketuanya fraksi PDI Perjuangan saja, tapi Ketua DPRD yang membawai anggota seluruh fraksi yang mendapatkan kursi di DPRD Kota Surabaya," tegasnya.
Lebih lanjut, Baktiono meminta agar kebijakan semacam itu sebaiknya disampaikan secara resmi dalam bentuk surat, bukan melalui pernyataan terbuka yang berpotensi menimbulkan kesan seolah-olah hanya satu fraksi yang disasar.
"Buat surat, jangan statement. Tesnya bukan hanya tes urin, tapi juga tes darah, tes rambut, dan kalau bisa tes-tes lainnya di lembaga yang independen. Hingga nanti mendapatkan suatu kualitas. Itu baru namanya fair," tegas Baktiono.
Ia juga menyinggung langkah Adi yang secara pribadi melakukan tes narkoba lebih dulu. Menurut Baktiono, tindakan itu terkesan mencari pembenaran pribadi.
"Jangan karena ada tuduhan gitu, akhirnya dia tes sendiri seolah-olah paling bersih sendiri. Tidak boleh. Tidak perlu berucap. Langsung membuat surat ke seluruh anggota DPRD Kota Surabaya periode 2024–2029 agar mengadakan tes lengkap," sindirnya tajam.
Di akhir pernyataannya, Baktiono menyampaikan keberatan mewakili fraksi PDIP atas ucapan Ketua DPRD. "Kalau ada kata ‘khusus’ untuk fraksi PDI Perjuangan, saya mewakili teman-teman tersinggung untuk itu," pungkasnya. ***