NAWACITAPOST.COM - Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno, menjadi tamu dalam acara Temu Kangen 2024 Pengurus RW 05 Wisma Mukti pada Jumat (12/01/2024).
Dalam tema "Semangat Baru Untuk Wisma Mukti Yang Lebih Maju," Anas Karno menerima udeng, sebuah simbol dalam budaya Jawa yang melambangkan pengingat dan pengendali diri.
Acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga tempat pengurus RW/RT Wisma Mukti menyampaikan berbagai keluhan dan harapan kepada Anas Karno sebagai wakil rakyat.
Baca Juga: Di Pimpin Eri Cahyadi, Program Padat Karya Surabaya Sukses Menyerap 36.194 Tenaga Kerja
Budi, Wakil Ketua RW 05 Wisma Mukti, menjelaskan beberapa persoalan yang dihadapi warga, termasuk kebutuhan akan normalisasi sungai untuk mencegah banjir, perbaikan plengsengan sungai yang sudah rapuh, dan kabel utilitas provider internet yang semrawut.
"Sampah non rumah tangga, yaitu sampah hasil perantingan pohon, menjadi masalah utama yang perlu penanganan cepat. Kami kesulitan membuangnya karena petugas sampah hanya mengambil sampah rumah tangga atau dapur," terang Budi.
Sampah tersebut menumpuk di area pemukiman dan menjadi sumber bau yang tidak sedap, terutama saat musim hujan.
Budi juga menyoroti pohon-pohon tua di sepanjang jalan pemukiman yang rawan roboh dan mengusulkan agar ditebang.
Anas Karno memberikan apresiasi atas kebersamaan dan kerukunan warga Wisma Mukti. "Gotong royong, saling bantu antar warga merupakan warisan kearifan budaya lokal, yang harus tetap dijaga dan dilestarikan. Meski kita tinggal di kawasan kota besar seperti Surabaya ini," ungkapnya.
Legislator Fraksi PDIP Surabaya ini menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menangani sampah non rumah tangga. "Nanti kita akan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup agar menjadi perhatian dan segera diselesaikan. Begitu pula untuk penebangan pohon-pohon yang sudah tua, karena memang berbahaya. Lagi pula sudah ada pohon pengganti di sebelahnya," kata Anas.
Baca Juga: Perdana! Pemkot Surabaya Gelar Perayaan Natal : Bukti Harmonisasi Toleransi Beragama
Acara ditutup dengan pantun yang menggambarkan kekompakan warga Wisma Mukti. "Jalan-jalan ke Pasar Turi, mencari kanda ketemu panci. Kalau Anas Karno terpilih lagi, jangan lupa warga Wisma Mukti," ujar Budi disambut tepuk tangan para pengurus lainnya. ***