daerah

H+3 Lebaran, Reog Ponorogo Goyang Kota Lama, Cak Ji: Magnet Baru Wisata Surabaya

Sabtu, 5 April 2025 | 12:18 WIB

NAWACITAPOST.COM – Suasana libur lebaran Idul Fitri 1446 H di Surabaya semakin semarak. Pada H+3, Rabu malam (02/04/2025), Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau akrab disapa Cak Ji turut hadir dalam pertunjukan seni budaya Reog Ponorogo yang digelar di kawasan wisata Kota Lama.

Kehadiran orang nomor dua di Kota Pahlawan ini disambut antusias para pengunjung. Ribuan mata terpaku menyaksikan atraksi khas yang kaya makna dan penuh warna.

Dalam kesempatan itu, Cak Ji menegaskan pentingnya pelestarian budaya asli Indonesia, khususnya dari Jawa Timur.

Baca Juga: Mudik Nyaman, Budi Leksono Imbau Warga Kurangi Risiko Kejahatan

“Reog Ponorogo merupakan budaya asli Indonesia dari Jawa Timur,” ujar Armuji di sela-sela acara.

Menurutnya, meskipun berasal dari Kabupaten Ponorogo, kesenian ini telah dikenal luas di seluruh nusantara dan menjadi bagian dari warisan budaya bangsa.

“Reog Ponorogo memiliki satu sejarah bangsa ini, di mana reog dilahirkan di Kabupaten Ponorogo. Tetapi, reog Ponorogo ini dikenal seluruh seantero tanah air,” imbuhnya.

Baca Juga: Sidak Stasiun Gubeng, Armuji Pastikan Kenyamanan Pemudik Lebaran

Cak Ji juga menyampaikan harapannya agar pertunjukan Reog Ponorogo bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya di masa libur panjang seperti Lebaran.

“Dengan penampilan Reog Ponorogo di wisata kota lama Surabaya, ini bisa menjadi salah satu magnet wisatawan terutama saat libur lebaran,” tuturnya optimistis.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekagumannya terhadap simbolisme yang terdapat dalam kesenian ini. Dua sosok hewan yang mewakili kekuatan dan keindahan berpadu menjadi satu ikon yang kuat.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Tantangan Pembangunan Sekolah Baru

“Reog Ponorogo memiliki penampilan yang unik dan luar biasa, di mana memiliki dua hewan yang memiliki satu kesatuan yaitu harimau merupakan raja hutan, dan merak adalah burung yang cantik dan elok baik dari warnanya maupun bentuk burung merak itu sendiri,” jelasnya.

“Dua gabungan hewan ini maka muncul lah satu ikon Reog Ponorogo—benar-benar suatu keunikan dan memiliki kelebihan budaya tersendiri,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini