Kamis, 8 Oktober 2026

Reses Agoeng Prasodjo di Kebonsari: Warga Curhat PDAM Keruh, BPJS hingga IMB, Konsultasi Gigi Gratis Jadi Daya Tarik

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Kamis, 8 Oktober 2026 | 21:54 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi Partai Golkar, Agoeng Prasodjo, saat reses di RT 01 RW 01, Kelurahan Kebonsari, Kamis (8/10/2026)
Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi Partai Golkar, Agoeng Prasodjo, saat reses di RT 01 RW 01, Kelurahan Kebonsari, Kamis (8/10/2026)

Agoeng meminta warga tidak ragu menyampaikan dokumen yang dibutuhkan agar persoalan tersebut bisa ditelusuri.

“Sebetulnya tidak sulit. Monggo, nanti berkasnya difoto dan dikirim ke saya. Saya bantu komunikasikan dengan camat dan dinas perizinan,” katanya.

Aspirasi lain datang dari Bu Ani, kader Kader Surabaya Hebat (KSH), yang mempertanyakan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Ia menyampaikan adanya anak dari keluarga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memperoleh bantuan pendidikan tersebut.

Agoeng menyatakan siap membantu memfasilitasi persoalan itu melalui Partai Golkar agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Nurwiyati mengungkapkan kesulitannya mengalihkan kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuatnya berharap bisa memperoleh bantuan iuran dari pemerintah.

Ia mengaku sudah mendatangi kantor kelurahan, tetapi merasa terkendala persyaratan administrasi.

Nurwiyati mengaku telah bolak-balik dari kelurahan ke puskesmas untuk mengurus perubahan status kepesertaan. Ia juga diminta menyerahkan surat pengunduran diri dari perusahaan, padahal pekerjaannya bersifat serabutan.

Ketika ada anggota keluarga yang sakit, ia bahkan berupaya melunasi tunggakan iuran BPJS Kesehatan dengan harapan status kepesertaannya bisa berubah. Namun, hingga saat itu, perubahan yang diharapkan belum terealisasi.

Menanggapi keluhan tersebut, Agoeng menyebut pengalihan kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri ke PBI pada prinsipnya dapat diupayakan, sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku.

Ia pun langsung menghubungi lurah dan kepala puskesmas untuk membantu menindaklanjuti persoalan warga tersebut.

Debit Air Kecil, Malam Hari Justru Keruh

Keluhan yang tak kalah penting berkaitan dengan layanan air bersih. Mat Urip menyampaikan bahwa debit air PAM Surya Sembada di lingkungannya cenderung kecil pada pagi hingga siang hari. Sementara pada malam hari, aliran air relatif lebih lancar, tetapi kondisinya justru keruh.

Keluhan tersebut langsung direspons Agoeng dengan mencoba menghubungi Direktur Utama PAM Surya Sembada. Namun, upaya komunikasi itu belum berhasil karena direktur utama maupun pihak humas tidak dapat dihubungi.

Meski demikian, Agoeng menegaskan persoalan tersebut tetap menjadi pekerjaan rumah yang akan diteruskannya kepada pihak terkait.

“Untuk PDAM tidak apa-apa, Bapak-Ibu. Ini PR saya dan akan segera saya sampaikan,” tegasnya.

Selain persoalan air bersih, warga juga mempertanyakan pendataan sensus ekonomi. Dono menilai pendataan di lingkungan warga perlu mendapat pendampingan perangkat RT agar informasi yang dihimpun lebih akurat dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini