Langkah tersebut, menurut Heru, penting terutama dalam momentum pergantian kepemimpinan agar publik memperoleh gambaran yang jelas mengenai pertanggungjawaban keuangan lembaga.
“Ini berkaitan dengan pengelolaan keuangan dari masyarakat Jawa Timur pada khususnya yang sudah seharusnya transparan dan fair. Laman laporan keuangan pada Website Baznas Jatim sudah harus bisa dibuka dan disajikan secara transparan kepada masyarakat Jawa Timur pada umumnya,” tegasnya.
Heru juga mendesak BAZNAS Jatim membuka informasi mengenai gaji dan fasilitas pimpinan, termasuk Ketua dan Wakil Ketua, kepada publik secara lebih rinci.
Kini, bola berada di tangan BAZNAS Jatim. Kepengurusan baru membawa agenda transformasi dan tata kelola yang lebih profesional. Pertanyaannya sederhana: ketika masyarakat diminta percaya mengelola dana umat, apakah laporan pertanggungjawabannya juga siap dibuka seterang-terangnya? ***