Senin, 21 September 2026

Kontrak Payung Jadi Bom Waktu? Kontraktor Dikejar Deadline, Material Malah Antre

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Senin, 21 September 2026 | 15:12 WIB
Salah satu proyek pembangunan Pemkot Surabaya saat di sidak Wali kota Eri Cahyadi beberapa saat lalu. (Foto: Pemkot Surabaya)
Salah satu proyek pembangunan Pemkot Surabaya saat di sidak Wali kota Eri Cahyadi beberapa saat lalu. (Foto: Pemkot Surabaya)

Maka ukuran keberhasilan kontrak payung Surabaya seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan, “Berapa rupiah APBD yang berhasil dihemat?”

Publik juga berhak mengetahui: berapa proyek selesai tepat waktu, berapa material datang sesuai jadwal, berapa material gagal memenuhi standar, berapa rata-rata lead time, berapa proyek mengalami deviasi karena pasokan dan apakah muncul biaya tambahan akibat keterlambatan.

Di titik inilah investigasi kontrak payung Surabaya perlu diarahkan.

Buka kapasitas produksi. Buka volume pemesanan. Buka realisasi pengiriman. Buka lead time. Buka proyek yang terdampak.

Dari data tersebut baru dapat diuji apakah persoalannya hanya keterlambatan individual atau terdapat ketidaksesuaian antara volume pekerjaan Pemkot Surabaya 2026 dengan kapasitas supply chain yang disiapkan.

Sebab jangan sampai Pemkot berhasil menghemat harga material di atas kertas, tetapi kontraktor dan proyek justru membayar mahal akibat waktu yang hilang di lapangan.

Harga boleh dikunci. Tetapi kalau kapasitas tidak dikunci, proyeklah yang akhirnya menanggung akibatnya. ***

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Polresta Sidoarjo Bongkar Arena Sabung Ayam di Dua Lokasi

Minggu, 20 September 2026 | 12:39 WIB