berita-peristiwa

Cegah Komplikasi Diabetes, FK UWKS Bersama Puskesmas Dukuh Kupang Gelar Edukasi Intensif 5 Pilar dan Senam Kaki

Senin, 2 Juni 2025 | 09:53 WIB
I Made Subhawa Harsa bersama tim Fakultas Kedokteran UWKS melaksanakan edukasi kesehatan di Puskesmas Dukuh Dukuh Kupang, Kota Surabaya, 10 Mei 2025 (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Upaya pencegahan komplikasi nyeri neuropati diabetik (NND) pada penderita diabetes melitus tipe 2 terus ditingkatkan melalui pendekatan edukatif yang menyasar pasien dan keluarganya secara langsung. Salah satu inisiatif datang dari I Made Subhawa Harsa, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang melaksanakan edukasi kesehatan pada tanggal 10 Mei 2025 di Puskesmas Dukuh Kupang, Kota Surabaya.

Kegiatan bertajuk “ Meningkatkan Kesadaran Pasien dan Keluarga dalam Pencegahan Nyeri Neuropati Diabetik melalui 5 Pilar Diabetes dan Senam Kaki Diabetes” ini berfokus pada peningkatan literasi kesehatan pasien dengan pendekatan komunitas, berbasis lima pilar utama tatalaksana diabetes: edukasi, pengaturan makan, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, dan pemantauan gula darah rutin. Program ini juga memberikan edukasi senam kaki diabetes melalui video animasi interaktif serta demonstrasi langsung oleh pakar olah raga klinis.

"Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat peran layanan primer dalam edukasi preventif terhadap komplikasi kronis diabetes, khususnya nyeri neuropati diabetes" jelas Dr. Made yg saat ini juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik FK UWKS.

Baca Juga: FK UWKS Gelar 'Medbond 2025' di Gresik: Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Lansia dan Anak-anak

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2023, jumlah penderita diabetes melitus yang tercatat mencapai 104.363 orang. Di wilayah kerja Puskesmas Dukuh Kupang saja, terdapat 2.095 penderita. Mayoritas berasal dari kalangan lansia dan berpendidikan rendah, kelompok yang sangat rentan terhadap komplikasi dan memiliki keterbatasan dalam memahami tata kelola penyakit diabetes mellitus.

“Rendahnya pendidikan dan keterbatasan fisik membuat mereka sulit memahami informasi medis. Karena itu, pendekatan visual, praktik langsung, dan bahasa sederhana sangat penting,” tambahnya.

Pengmas ini didesain melalui berbagai tahap, dimulai dari perizinan dengan Dinkes Kota Surabaya dan Puskesmas, identifikasi peserta dari program Prolanis Diabetes Mellitus tipe 2, hingga pelaksanaan penyuluhan dan evaluasi. Tim interprofesional terlibat aktif, terdiri dari dokter, perawat, ahli gizi, ahli olahraga klinis, dan spesialis kejiwaan.

Baca Juga: Cegah Hipertensi, FK UWKS Edukasi Nutrisi Sehat untuk Lansia di Gresik

Materi yang diberikan mencakup:

- Pemahaman dasar diabetes dan komplikasi nyeri neuropati diabetik

- Edukasi pola makan sehat dan pengendalian gula darah

- Senam kaki diabetes dengan demonstrasi langsung

- Manajemen stres dan kesehatan mental pasien

Halaman:

Tags

Terkini