politik

KPR Himabis Unipra Gandeng KPU Surabaya Bekali Mahasiswa Tata Kelola Pemilihan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:19 WIB

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Menyiapkan pemimpin mahasiswa melalui proses demokrasi yang sehat menjadi perhatian Komite Pemilihan Raya Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (KPR Himabis), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas WR Supratman (Unipra) Surabaya. Menjelang pemilihan ketua dan wakil ketua Himabis pada November 2026, KPR Himabis menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya untuk menggelar sosialisasi voter education bagi Generasi Z (Gen Z), Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Unipra Surabaya ini diikuti puluhan mahasiswa. Selain memperluas pemahaman tentang tata kelola kepemiluan, sosialisasi tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk membangun budaya demokrasi yang partisipatif, kritis, dan bertanggung jawab, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Subairi, hadir sebagai narasumber. Ia mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses, mekanisme, hingga tata kelola pemilihan.

Menurut Subairi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program KPU Goes to Campus, yang bertujuan memperkuat pendidikan pemilih di kalangan mahasiswa. Ia menilai kampus menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam proses pemilu mendatang.

“Ini lebih pada pendidikan pemilih muda. Segmen KPU Goes to Campus di Universitas WR Supratman ini luar biasa. Pesertanya antusias dan mereka bertanya dari A sampai Z tentang kepemiluan,” ujar Subairi.

Menariknya, diskusi tidak hanya membahas penyelenggaraan pemilu secara umum, tetapi juga dikaitkan dengan pemilihan ketua himpunan mahasiswa di lingkungan program studi Unipra. Dengan begitu, mahasiswa dapat memahami bahwa prinsip demokrasi, transparansi, partisipasi, serta kepatuhan terhadap tahapan pemilihan dapat diterapkan secara langsung dalam organisasi kemahasiswaan.

Subairi menegaskan, sikap kritis mahasiswa merupakan modal penting dalam membangun demokrasi yang sehat. Karena itu, pendidikan pemilih tidak semestinya berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi perlu berlanjut melalui keterlibatan nyata mahasiswa dalam menyebarkan informasi kepemiluan kepada masyarakat.

“Kami mengajak bersama-sama melakukan pendidikan pemilih. Segmen kampus ini merupakan kelompok pemilih yang kritis. Karena itu, kami mengajak mahasiswa untuk menjadi relawan dan terlibat aktif dalam kegiatan pendidikan pemilih,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Bisnis Unipra Surabaya, Muthowif, menjelaskan bahwa sosialisasi voter education merupakan salah satu bentuk pendidikan politik bagi mahasiswa. Kegiatan ini dinilai relevan karena kepengurusan Himabis periode 2025–2026 akan berakhir pada November 2026, sehingga proses pergantian kepemimpinan harus dipersiapkan dengan baik.

Muthowif juga mengapresiasi langkah KPR Himabis yang mampu menginisiasi pembekalan tata kelola pemilihan dengan melibatkan langsung komisioner KPU Kota Surabaya. Menurutnya, hal tersebut menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa dalam memahami mekanisme pemilihan yang tertib dan terencana.

“Kami sangat bangga, ketua KPR yang masih semester satu sudah bisa melaksanakan pembekalan tata kelola pelaksanaan Pemilihan Raya dengan mendatangkan Komisioner KPU Kota Surabaya,” ungkap Muthowif.

Ia berharap pelaksanaan Pemilihan Raya Himabis pada November mendatang dapat berjalan sesuai tahapan yang telah ditentukan. Proses tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan ketua dan wakil ketua terpilih, tetapi juga melahirkan kepemimpinan mahasiswa yang mampu membawa organisasi lebih baik.

Melalui kolaborasi dengan KPU Kota Surabaya, KPR Himabis Unipra berupaya menjadikan Pemilihan Raya sebagai ruang pembelajaran demokrasi yang nyata. Mahasiswa tidak sekadar menjadi pemilih, tetapi juga belajar menyelenggarakan pemilihan, menjaga proses tetap tertib, serta menghormati hasil yang ditetapkan melalui mekanisme organisasi. ***

Tags

Terkini

Kapan Warisan Keraton Yogyakarta Dipulangkan Inggris?

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:18 WIB