politik

PSI Surabaya Buka Pintu untuk Eks Kader Partai Lain, Yuga Pratisabda: Logo di Dada Lebih Besar dari Nama di Punggung!

Senin, 12 Oktober 2026 | 16:52 WIB
Sekretaris DPD PSI Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Beredarnya foto sejumlah eks pengurus dan kader PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya yang dikaitkan dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memunculkan perhatian terhadap dinamika politik di Kota Pahlawan. Di tengah persiapan menghadapi Pemilu 2029, PSI menegaskan kesiapannya menerima kader lintas partai, termasuk mereka yang sebelumnya berkiprah di lingkungan PDIP.

Sekretaris DPD PSI Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, saat ditemui di ruang Komisi B DPRD Surabaya, Senin (12/10/2026), menegaskan bahwa partainya tidak membatasi keanggotaan berdasarkan latar belakang politik. Menurutnya, siapa pun yang memiliki keinginan untuk bergabung dan bersedia mengikuti mekanisme organisasi akan mendapatkan kesempatan yang sama.

“Pada prinsipnya, sesuai arahan Mas Ketum Kaesang Pangarep, kita ini partai yang terbuka untuk seluruh kalangan. Baik politisi maupun teman-teman dari partai lain yang ingin menyeberang ke kami. Kami sangat terbuka,” ujar Yuga.

Ia menjelaskan, PSI Surabaya tengah menghadapi target politik yang besar sehingga membutuhkan keterlibatan lebih banyak orang untuk memperkuat organisasi. Tambahan kekuatan itu tidak hanya diharapkan datang dari politisi berpengalaman, tetapi juga masyarakat umum dan kalangan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ingin terlibat dalam perjuangan politik melalui PSI.

Meski demikian, Yuga menegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi kader yang berasal dari partai lain. Menurutnya, semua calon anggota harus mengikuti prosedur yang berlaku. Kesamaan visi, misi, dan komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat menjadi hal yang lebih penting daripada sekadar nama besar atau rekam jejak politik seseorang.

“Tidak ada pemberlakuan khusus. Selama semuanya sesuai dengan mekanisme dan prosedur kepartaian, kita akan selalu membuka diri, merangkul semuanya. Kalau memang mau membesarkan partai ini, ayo bersama-sama kita besarkan. Asalkan kita satu visi misi, berjuang demi masyarakat, dan patronnya Pak Jokowi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi respons penting di tengah beredarnya foto yang menghubungkan sejumlah nama dari lingkungan PDIP Surabaya dengan PSI. Foto tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan perpindahan kader serta bagaimana partai pimpinan Kaesang Pangarep itu mengelola masuknya anggota dengan latar belakang politik berbeda. Namun, status setiap orang tetap perlu dibedakan berdasarkan pernyataan langsung dan proses administrasi keanggotaannya.

Terkait nama Achmad Hidayat, Purwadi, dan Arif Wirawan yang disebut dalam perbincangan mengenai perpindahan kader, Yuga menegaskan bahwa PSI pada prinsipnya menerima siapa pun yang ingin berjuang bersama partai. Ia tidak ingin persoalan tersebut dipersempit menjadi pembahasan tentang individu tertentu, melainkan menempatkannya dalam konteks penguatan organisasi.

“Kalau ibaratnya, logo di dada itu lebih besar dari nama di punggung siapa pun. Jadi, ayo berjuang bersama-sama demi logo di dada ini, untuk PSI, terutama untuk warga Surabaya,” kata Yuga.

Menurutnya, masuknya anggota baru dari berbagai latar belakang merupakan tambahan kekuatan bagi partai. Ia mengibaratkan para anggota baru sebagai vitamin yang harus dikelola dengan baik agar organisasi semakin kuat. Bagi Yuga, tantangan sesungguhnya bukan sekadar mengumpulkan nama atau memperbanyak kartu anggota, melainkan menyatukan orang-orang dengan pengalaman berbeda ke dalam satu arah perjuangan.

“Setiap anggota baru merupakan asupan vitamin bagi kami. Vitamin itu tidak bisa ditolak tubuh. Kita harus pintar-pintar menguatkan vitamin itu supaya menjadi tubuh yang kuat ketika waktunya konsentrasi, kami siap,” ungkapnya. ***

Tags

Terkini

Kapan Warisan Keraton Yogyakarta Dipulangkan Inggris?

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:18 WIB