SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Foto pertemuan Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya, Josiah Michael, dengan sejumlah tokoh berlatar belakang PDI Perjuangan (PDIP) memantik spekulasi politik di Kota Pahlawan.
Di tengah beredarnya dugaan konsolidasi lintas partai, kader PSI Rudy Gaol akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan, pertemuan tersebut bukan agenda politik yang dirancang untuk memicu perpindahan kader maupun membangun poros baru.
Rudy menjelaskan, pertemuan itu mempertemukan dirinya, Josiah Michael, Arif Wirawan, Eusebius Purwadi, dan Achmad Hidayat. Menurut keterangannya, Arif dan Purwadi ingin berbincang serta berkenalan dengan Josiah, sementara Achmad Hidayat datang karena sebelumnya telah memiliki janji pertemuan dengan Josiah Michael.
Namun, situasi berubah setelah foto bersama yang diambil di lokasi pertemuan menyebar luas. Rudy mengaku, sejak awal para peserta telah diberi pemahaman bahwa dokumentasi tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan internal, bukan untuk konsumsi publik.
“Pada saat itu kami ada sesi foto bersama karena ada kebutuhan dari Bro Josiah Michael untuk laporan internal kegiatan harian. Saya menyatakan kepada teman-teman yang hadir bahwa foto-foto di lokasi itu bukan untuk eksternal, tapi kebutuhan internal,” ujar Rudy saat memberikan klarifikasi di Gedung DPRD Surabaya, Senin (12/10/2026).
Ia mengaku terkejut ketika foto tersebut beredar hanya beberapa menit setelah Achmad Hidayat meninggalkan lokasi. Dampaknya, sejumlah pihak, termasuk Josiah Michael, Purwadi, dan dirinya, menerima telepon serta pesan dari awak media maupun pihak lain yang meminta penjelasan mengenai maksud pertemuan tersebut.
Rudy menyayangkan beredarnya foto itu karena menurutnya, dokumentasi yang semula disepakati untuk kepentingan internal justru memicu kegaduhan politik. Ia menilai, penyebaran foto tanpa konteks yang utuh berpotensi membentuk persepsi seolah-olah terdapat agenda politik tertentu di balik pertemuan tersebut.
“Yang kita sesalkan, langkah yang diambil oleh Ahmad Hidayat ini kemudian menimbulkan polemik, menimbulkan kegaduhan,” katanya.
Rudy juga mempertanyakan komitmen terhadap kesepakatan awal mengenai penggunaan foto tersebut. Meski demikian, penilaian itu merupakan pandangan Rudy dan belum menjadi kesimpulan independen mengenai pihak yang menyebarkan foto maupun motif di balik penyebarannya.
Bantah Arif dan Purwadi Masuk Rombongan Achmad Hidayat
Salah satu poin yang ditegaskan Rudy adalah status Arif Wirawan dan Purwadi. Ia membantah anggapan bahwa Arif dan Purwadi datang sebagai bagian dari rombongan Achmad Hidayat atau mengikuti langkah politik mantan pengurus PDIP tersebut.
Menurut Rudy, Arif telah mengundurkan diri dari PDIP sejak 1 April 2026, meskipun pada saat itu masih disebut menjabat Ketua PAC PDIP Tambaksari. Karena itu, ia menilai latar belakang dan waktu pengunduran diri Arif perlu diperhatikan agar tidak muncul kesimpulan bahwa semua orang dalam foto memiliki agenda politik yang sama.
“Mas Arief ini sudah mundur dari PDI Perjuangan sejak 1 April 2026. Jadi tidak benar kalau ada pemberitaan di luar bahwa teman-teman yang bertemu pada malam hari itu masuk dalam rombongannya Achmad Hidayat,” tegasnya.
Rudy juga membantah adanya pembicaraan khusus mengenai PSI antara Purwadi dan Achmad Hidayat dalam pertemuan tersebut. Ia menyebut, kehadiran mereka bertujuan mengenal Josiah Michael, bukan untuk merancang perpindahan kader secara kolektif.
Status Purwadi Masih Menjadi Sorotan
Persoalan lain yang mencuat adalah status Eusebius Purwadi, yang ketika itu masih tercatat sebagai Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya. Rudy mengungkapkan bahwa Purwadi telah menyampaikan kepadanya mengenai surat pengunduran diri yang dikirimkan kepada DPP PDIP melalui surat elektronik pada 17 Juli 2026.