Jakarta, NAWACITApost.com - - Timnas Israel berhasil lolos ke babak 16 besar Piala Dunia U-20 2023 usai mengalahkan Jepang di matchday ketiga Grup C, dengan skor akhir 2-1. Dua gol kemenangan Israel masing-masing dicetak Roy Navi pada menit ke-76 dan Omer Senior di injury time.
Bertanding di Stadion Unico Diego Armando Maradona, Minggu (28/5), Israel sebenarnya tertinggal lebih dulu di akhir babak pertama lewat gol Isa Sakamoto. Namun, Israel mampu bangkit dan sukses membalikkan keadaan pada babak kedua.
Timnas Israel memiliki potensi yang menjanjikan untuk masa depan yang cerah. Mereka memiliki program pengembangan pemain yang berkualitas, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur sepak bola, pelatihan pemain muda, dan pengembangan kompetisi domestik yang lebih kuat.
Selain itu, pemain-pemain muda Israel semakin aktif bermain di liga-liga top di Eropa. Ini memberikan pengalaman berharga bagi mereka dalam berkompetisi dengan pemain-pemain terbaik di dunia. Dengan adanya pemain-pemain muda berbakat yang terus berkembang. Berikut ini, kami sajikan sejarah perjalanan sepak bola Timnas Israel.
Sejarah Timnas Israel
Timnas Israel berdiri pada tahun 1928 dan terdaftar di Federasi Sepak bola Internasional (FIFA) setahun setelahnya. Data terkini yang dirilis FIFA, Israel menduduki peringkat 76 dunia dengan poin 1.315,67. Timnas Israel U-20 dan U-21 biasanya diturunkan dalam pertandingan non-UEFA.
Ide awal dibentuknya tim muda Israel tercetus pada tahun 1957. Kala itu, pihak Asosiasi Sepak bola Israel (IFA) sedang mempertimbangkan skuadnya untuk mengikuti kejuaraan U-18 UEFA tahun 1958. Namun, debut pemain-pemain muda Israel, yang masih dalam payung U-19, baru terlaksana pada Mei 1962. Di ajang itu Israel harus menelan kekalahan 1-3 atas Inggris.
Ada hal yang menarik jika berbicara mengenai Timnas Israel. Secara geografis Israel berada di Asia, namun mereka memilih bernaung di Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA). Padahal, jika berbicara sejarah, Israel merupakan salah satu negara pendiri Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). Mereka sempat menjadi anggota AFC pada 1954 hingga dikeluarkan pada 1974. Kok bisa?
Dilansir berbagai sumber, saat masih menjadi bagian dari AFC, Israel cukup berprestasi. Mereka dua kali menjadi runner up Piala Asia pada 1956 dan 1960, serta sekali menjadi juara pada 1964 saat menjadi tuan rumah.
Jika dilihat dari sejarah, Timnas Israel sudah kenyang dengan penolakan karena masalah politik. Mereka bahkan sempat nomaden alias berpindah-pindah konfederasi sepak bola di masa lalu. Keanggotaan Israel di AFC mulai mengalami masalah sejak 1957.
Negara-negara Arab ramai melakukan aksi boikot terhadap Israel. Aksi serupa juga terjadi di Asian Games 1974. Negara anggota AFC pun mengadakan pemungutan suara terkait nasib Israel. Hasilnya, Israel terusir dari AFC.
Selanjutnya, Israel mencoba untuk tetap eksis melalui konfederasi lain, termasuk Oseania. Pada 1994, mereka bergabung dengan UEFA. Hal itu terjadi 20 tahun setelah Israel terusir dari Asia.