Persela unggul cepat pada menit ketiga melalui Lucky Wahyu. Sempat disamakan Oktafianus Fernando, Laskar Joko Tingkir kembali unggul pada menit 55 dari gol Alex Gonchelves.
Namun, setelah itu gawang Dian Agus Prasetyo justru dua kali dibobol oleh pemain Persebaya. Gol yang dicetak oleh Irfan Jaya dan Amido Balde membuat Persela akhirnya menyerah dengan 2-3 melawan tuan rumah.
"Jadi pertadingan tadi yang jelas Persela melawan Persebaya dengan sangat bagus. Jadi kita saling menyerang. Kita sama-sama bagus. Kita hanya kurang beruntung saja. Kita sudah bermain bagus," ucap Ragil Sudirman.
Ragil lantas menyoroti anak asuhnya yang tidak mampu menjaga dua kali keunggulan atas Persebaya. Situasi ini sebelumnya juga terjadi saat berjumpa Arema FC dan Bhayangkara FC. Persela selalu unggul lebih dulu.
"Kita selama ini bermain bagus. Kita sering dalam posisi unggul dulu tapi dari skor akhir kita kalah. Mungkin ini adalah evaluasi untuk Persela. Semoga ini bisa jadi evaluasi kepada pelatih baru nanti," ucapnya, Sesuai dikutip laman resmi Persebaya.
Ragil Sudirman menampik tudingan bahwa tim pelatih sudah tidak percaya dengan Rafinha dan Mawoua Amevor. Kedua pemain dicadangkan pada laga melawan Persebaya murni karena keputusan taktik dan rotasi pemain saja.
"Kita cadangkan dua pemain asing bukan karena kita tidak percaya pada mereka, ini karena strategi atau rotasi. Dia sudah bermain beberapa pertandingan jadi kami pikir capek atau bagaimana," terang asisten pelatih Persela Lamongan ini.