Jakarta,NAWACITA-Liverpool menjadi juara Liga Champions 2018/2019 setelah menundukan Tottenham Hotspur 2-0. Kemenangan tim berjuluk The Reds tak lepas dari peran penyerang andalannya Mohamed Salah. Salah mencetak gol dari titik putih di menit kedua dan menjadikannya sebagai salah satu gol tercepat.
Bicara mengenai Salah menarik untuk dikulik lebih dalam. Meski sukses, ia tak pernah melupakan kampung halamannya Nagrig, Mesir. Seperti dikutip The Sun (27/5/2018), Salah terlahir dari keluarga yang biasa. Dia anak tertua dari 4 bersaudara. Orang tuanya merupakan pegawai pemerintah.
Meski ia sukses seperti sekarang ini, ia tak lupa dengan kampung halamannya. Buktinya, ia telah menyumbangkan ratusan poundsterling kekayaannya untuk membantu orang-orang di sana. Salah seorang warga Nagrid bercerita mengenai sifat dermawan Salah. Dia bilang, Salah punya mimpi untuk menjadi orang kaya. Dengan begitu, ia bisa membantu orang-orang di sekitarnya.
"Salah bermimpi jadi orang kaya sehingga bisa membantu orang-orang," kata warga Nagrig, Dr Alaa Al-Ghamrawi.
Penghasilan Salah kala itu mencapai 90.000 poundsterling per minggu atau setara Rp 1,69 miliar (kurs Rp 18.796). Tapi, uang itu tidak ia pakai sendiri. Pendapatannya itu di antaranya ia gunakan untuk membeli ambulan dan peralatan medis yang membantu orang-orang di tempat tinggalnya setiap hari. Dia juga menyumbangkan kekayaannya untuk sejumlah keluarga dengan nilai 3.500 pound sterling per bulan.
Bukan hanya itu, dia juga membiayai pembangunan pusat pemuda, sekolah anak perempuan hingga pusat medis. Supaya dana amalnya tidak disalahgunakan, dia membuat yayasan untuk mengelola uangnya. Dewan Pengurus Mohamed Salah Charity Foundation, Maher Sahatiyah mengatakan, meski populer Salah tidak melupakan kampung halamannya.
"Salah adalah orang yang halus, meskipun populer dia tidak pernah melupakan kotanya," ujarnya.
"Dia telah memberikan berbagai bentuk bantuan, yang pertama serangkaian gerai bahan makanan di bawah manajemen pemerintah kota, serta unit ambulans pertama di kota," sambungnya.
Kisah dermawan Salah tidak berhenti di situ, Mantan Bos Zamalek, Mamdouh Abbas menawarkan bonus untuk Salah karena peran vitalnya membawa Mesir ke Piala Dunia 2018. Salah pun menolak bonus itu dan meminta Mamdouh Abbas untuk membelikan alat-alat kesehatan untuk kampung halamannya. "Dia telah memberikan berbagai bentuk bantuan, yang pertama serangkaian gerai bahan makanan di bawah manajemen pemerintah kota, serta unit ambulans pertama di kota," sambungnya.
Kisah dermawan Salah tidak berhenti di situ, Mantan Bos Zamalek, Mamdouh Abbas menawarkan bonus untuk Salah karena peran vitalnya membawa Mesir ke Piala Dunia 2018. Salah pun menolak bonus itu dan meminta Mamdouh Abbas untuk membelikan alat-alat kesehatan untuk kampung halamannya.
Editor: Martin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Terkini
Selasa, 31 Maret 2026 | 11:14 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB
Rabu, 18 Februari 2026 | 20:39 WIB
Kamis, 12 Februari 2026 | 07:21 WIB
Selasa, 3 Februari 2026 | 13:40 WIB
Senin, 22 Desember 2025 | 08:08 WIB
Rabu, 26 November 2025 | 16:57 WIB
Minggu, 26 Oktober 2025 | 11:10 WIB
Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:06 WIB
Senin, 29 September 2025 | 06:45 WIB
Jumat, 19 September 2025 | 13:46 WIB
Kamis, 3 Juli 2025 | 15:05 WIB
Minggu, 22 Juni 2025 | 17:57 WIB
Minggu, 22 Juni 2025 | 09:59 WIB
Rabu, 14 Mei 2025 | 18:45 WIB
Sabtu, 19 April 2025 | 15:08 WIB
Sabtu, 19 April 2025 | 14:49 WIB
Selasa, 11 Februari 2025 | 10:34 WIB
Jumat, 17 Januari 2025 | 20:30 WIB
Minggu, 12 Januari 2025 | 00:52 WIB