SERANG, NAWACITAPOST.COM - Pada hari Rabu, 31/07/2024 Muhammad Ibrahim (Baim) umur 2 Tahun 11 bulan menerima Vaksin Polio dari Puskesmas Cikande, kecamatan Cikande Kabupaten Serang. Setelah Sampai dirumahnya Baim langsung mengalami Panas tinggi dan kejang-kejang.
Orang tua korban, Yahya menuturkan kepada Media Nawacitapost.com bahwa kejadian tersebut langsung disampaikan kepada bidan Desa an. Bidan Susi, akan tetapi tetapi tidak ada respon yang baik bahkan panggilan dari Yahya selaku orang tua dari Baim di reject/ditolak terus menerus.
Dengan kejadian tersebut, Yahya langsung membawa Baim ke klinik terdekat yakni faskes pertama untuk mendapatkan penanganan medis. Kemudian dari klinik diberikan obat-obatan dan pada hari Kamis tanggal 01/08/2024 kembali dibawa ke klinik Era Medika (faskes pertama) akan tetapi dari klinik tersebut menganjurkan agar Baim segera dibawa ke IGD terdekat untuk mendapatkan penanganan serius.
Pada Kamis malam, orang tua dari Baim membawa anaknya ke Rumah Sakit Hermina Ciruas, dari penanganan IGD hingga dirawat di ruang perawatan di lantai III rumah sakit tersebut belum ada kejelasan Diagnosa atas penyakit yang di derita oleh si Baim. Tambah Yahya.
Meskipun sudah mengkomunikasikan kepada pihak puskesmas Cikande atas kejadian yang dialami oleh anaknya, Yahya orang tua dari Baim tidak mendapatkan jawaban yang pasti kenapa anaknya yang semula sehat wal alfiat tiba-tiba menjadi kejang-kejang dan panas tinggi setelah menerima Vaksin Polio dari Puskesmas Cikande tersebut.
Terkait hal ini Wartawan Media Nawacitapost.com mencoba mengkonfirmasi Kepada bidan yang dimaksud diatas, akan tetapi perlakuan yang sama dialami oleh wartawan. Disaat dihubungi melalui telepon, bidan Susi selalu menolak panggilan dengan dalil sibuk meeting zoom dari pagi hingga siang.
Apakah pelayanan terhadap masyarakat tercermin dari perlakuan bidan desa ini (Susi)? Dan apakah dinas terkait selalu membiarkan petugas pelayanan kesehatan pada masyarakat berbuat seperti ini pada masyarakat, sehingga akan bermunculan Baim-Baim Atau bayi dan balita berikutnya menjadi korban pelayanan kesehatan pada masyarakat.
Saya berharap cukup anak saya saja yang menjadi korban atas pelayanan kesehatan pada masyarakat seperti, jangan sampai ada Baim-Baim berikutnya yang menjadi korban. Pungkas Yahya.