nasional

Pemkot Bekasi Gandeng PT Hassana Hijau, Dorong Pengelolaan Sampah Anorganik Berbasis Digital

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:35 WIB
Walikota Bekasi saat pendatangan MoU dengan PT Hassana Hijau Indonesia

NAWACITAPOST.COM — Pemerintah Kota Bekasi menjalin kerja sama dengan PT Hassana Hijau Indonesia untuk mengembangkan pengelolaan sampah anorganik berbasis digital melalui program waste station. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam apel Senin pagi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (19/10/2026).

Program ini diharapkan menjadi inovasi dalam pengelolaan sampah perkotaan dengan mengubah sampah anorganik yang masih bernilai guna menjadi sumber manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui sistem waste station, warga dapat mengumpulkan sampah anorganik untuk ditukarkan dengan poin digital yang selanjutnya dapat dikonversi menjadi saldo.

Tri Adhianto mengatakan, program tersebut mengadopsi prinsip bank sampah dengan dukungan teknologi digital. Sistem ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam menyetorkan sampah sekaligus meningkatkan efisiensi pencatatan dan pengelolaannya.

Sebagai langkah awal implementasi, Alun-Alun Kota Bekasi direncanakan menjadi lokasi percontohan atau pilot project program waste station.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengelola sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Sampah yang dikumpulkan nantinya bisa tercatat secara digital, menjadi poin, dan dikonversi menjadi saldo,” ujar Tri.

Tidak hanya menyasar sampah anorganik, program ini juga mencakup pengelolaan minyak jelantah. Adapun untuk barang elektronik bekas, masyarakat dapat memanfaatkan layanan penjemputan oleh petugas agar barang tersebut dapat disalurkan dan dikelola melalui mekanisme yang telah disediakan.

Menurut Tri, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kehadiran waste station diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku warga agar semakin terbiasa memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Ia menegaskan bahwa sampah tidak semata-mata menjadi persoalan kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan tepat.

“Kami berharap program ini bisa menumbuhkan kebiasaan baru di tengah masyarakat, bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga bisa dikelola dan memiliki nilai guna. Dengan begitu, kepedulian terhadap lingkungan dan kebersihan Kota Bekasi semakin meningkat,” tambahnya.

Melalui kolaborasi dengan PT Hassana Hijau Indonesia, Pemkot Bekasi berharap pengelolaan sampah berbasis digital dapat memperluas partisipasi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.

Sumber: Pemerintah Kota Bekasi

Tags

Terkini