NAWACITAPOST.COM — Gubernur Bali Wayan Koster menggaransi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Dewata akan kembali pulih dan normal dalam waktu singkat, di tengah kepungan antrean panjang kendaraan yang masih memadati sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hingga Rabu (14/10/2026).
Masyarakat diminta tetap tenang lantaran pasokan BBM di tingkat depo dipastikan melimpah, meski penyalurannya ke masyarakat masih tersendat akibat kendala distribusi.
“Yang sudah pasti adalah stok BBM ada, tersedia cukup. Cuma membawanya dari depo ke SPBU tidak secepat banyaknya warga yang datang ke SPBU,” ujar Koster saat ditemui di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Koster usai menggelar pertemuan intensif dengan Direktur Utama Pertamina guna mengurai kemacetan distribusi dan meredam kekhawatiran warga.
Koster optimistis dinamika krisis pasokan ini segera berakhir.
“Normal seharusnya besok. Sabar dulu, saya tunggu dulu (Dirut) Pertamina,” kata Koster.
Realita Lapangan: SPBU Masih Menanti Pasokan
Meski jaminan terus ditiupkan dan Pertamina Patra Niaga telah mengucurkan tambahan pasokan secara bertahap melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis, kondisi di lapangan menggambarkan perjuangan warga yang belum usai.
Ketersediaan stok di tingkat depo belum serta-merta mengakhiri dahaga BBM di seluruh SPBU secara serentak. Pemandangan dramatis salah satunya terlihat di SPBU Pengosekan.
Hingga Rabu siang, kendaraan warga tampak mengular dan mengantre hingga merangsek ke dalam area pom bensin demi menantikan truk tangki pengangkut BBM tiba.
Fenomena tersebut turut memicu perbincangan hangat di media sosial. Melalui platform Threads, akun @alfiana*** membagikan potret ketegangan antrean warga di SPBU Pengosekan pada pukul 11.16 WITA.
“SPBU Pengosekan, bbmnya masih di perjalanan tapi yang antre udah masuk pom dari sekarang. Info A1 bensinnya datang di jam 3 sorean guys, silakan yang mau iseng,” tulis akun @alfiana*** dalam unggahannya.
Kendati perkiraan waktu kedatangan pasokan sekitar pukul 15.00 WITA tersebut masih berbasis informasi lapangan dan belum terkonfirmasi sebagai jadwal resmi Pertamina, riak antrean ini mempertegas ketimpangan antara ketepatan waktu distribusi depo dengan lonjakan permintaan masyarakat yang tak terbendung.
Kini, publik Bali menanti pembuktian komitmen pemerintah dan Pertamina agar denyut nadi transportasi serta perekonomian masyarakat dapat kembali berputar normal tanpa bayang-bayang kelangkaan.