Jakarta, NAWACITPOST.COM – “Ada tempat tidur untuk rumah sakit masih dibeli di luar negeri. Lalu Dirut di BUMN yang kerap diberi suntikan dana APBN, ganti saja. Peralatan pertanian berupa traktor, alsintan, saya lihat di NTT dimpor juga. Pensil, pulpen, kertas, bangku, kursi, laptop, CCTV, dan alat tulis masih saja impor.” Begitulah kekesalan bernada marah yang disampaikan Presiden Jokowi dihadapan Menteri, Gubernur, Bupati, Wali Kota dalam tajuk Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia 2022, di Bali, Jumat 25 Maret 2022.
Baca Juga : Menteri PUPR Basuki : Presiden Jokowi Tak Akan Wariskan Proyek Mangkrak, Colek Cikeas
Ternyata empat (4) menteri yang kena semprot (baca : Marah) Jokowi itu, adalah Menteri Kesehatan, Menteri Pertanian, Menteri Penddikan dan Kebudayaan dan Menteri BUMN.
Masih bernada marah di sambutan tersebut. Jokowi. "Mau diteruskan? Silakan. Nanti mau saya umumkan. Menteri Kesehatan masih impor, rumah sakit ini masih impor, tak baca nanti," tegas Gubernur Jakarta 2012 -2014.
Padahal, kita mampu memproduksi barang-barang tersebut dengan berkualitas. Tangerang, Bekasi, dan Yogyakarta adalah daerah yang bisa memproduksi barang tersebut.
Terkait ini, jika dikaitkan dengan dua tahun Jokowi selesai sebagai Presiden. Memang, para pembantunya di kabinet, sepertinya memanfaatkan situasi tersebut.
Patut diduga, mungkin para menteri itu berbuat (impor barang) karena ada desakan dari partai pengusung, untuk menambah ATM parpol menjelang perhelatan 2024?
Namun, rupanya Jokowi mengetahui aroma (baca : impor) yang dilakukan para pembantunya itu. Dan, jika tak disampaikan dalam forum tersebut, maka itu mungkin akan berlangsung sampai 2024.
Sekali, lagi Jokowi memang cerdas. ‘Gas-nya’ menteri untuk mengimpor barang (perintah atau desakan parpol), Jokowi langsung rem-nya dengan cepat.
https://youtu.be/keOUiit06_Q