President Director PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono turut hadir di lokasi dengan mengenakan pakaian adat Bali.
Acara dimulai dengan upacara adat serta pembacaan doa oleh pemuka agama Hindu kemudian peletakan batu pertama oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono serta Gubernur Bali I Wayan Koster.
Setelah itu Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan acara groundbreaking yang ditandai penekanan tombol secara virtual dari Jakarta.
Destiawan hadir bersama Senior Vice President Building Division PT Waskita Karya (Persero) Tbk Anak Agung Gede Sumadi. Pada proyek ini, Destiawan menjelaskan, Waskita akan mengerjakan 5 bagian pada Pura Besakih yaitu penataan pelataran Manik Mas di Kawasan Suci Besakih, pembangunan gedung parkir sepeda motor dan Wiyata Mandala di Kawasan Suci Besakih, dan prasarana penunjang Bencingah di Kawasan Suci Besakih.
BACA JUGA : Akses Perpustakaan Saat Pandemi, NLB Singapura : Perpustakaan Harus Bekerjasama Dengan Mesin Pencarian Google
“Lalu ada pembangunan fasilitas penunjang Kawasan Suci Besakih, Pedestrian dan Taman
Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, pekerjaan infrastruktur di sekitar Pura Titi Gonggang di Kawasan Suci Besakih, dan pembangunan kantor desa, Bumdes dan Wantilan di Kedundung Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem,” kata Destiawan Soewardjono.
“Diharapkan dengan penataan Kembali Pura Besakih bisa membuat umat Hindu yang beribadah lebih nyaman dan banyak wisatawan yang semakin banyak hadir atau datang ke Pura Besakih,” lanjut Destiawan Soewardjono.
Pura Besakih dikenal juga sebagai tempat persembahyangan umat Hindu yang berlokasi di
Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali. Pura Besakih terletak kurang lebih 52 kilometer dari kota Denpasar dan ditempuh melalui jalur darat selama 1,5 jam. Kawasan ini memiliki pura pusat yang disebut Pura Penataran Agung Besakih dengan dikelilingi 18 (delapan belas) pura pendamping.
Sementara itu, Anak Agung Gede Sumadi menuturkan, pada proyek ini, Waskita bersinergi dengan kontraktor lokal yaitu PT Tunas Jaya Sanur. Agung optimis pembangunan bisa selesai tepat waktu.
Selain itu nantinya infrastruktur yang ada di Kawasan Pura Besakih bisa bermanfaat. “Agung juga menerangkan, nilai kontrak pembangunan ini sebesar Rp201 miliar. Kemudian untuk pembangunan akan berlangsung selama 510 hari kalender,” tutur Agung.
(EMRICK)