NAWACITAPOST.COM - Drama Korea When the Phone Rings menuai kontroversi setelah menayangkan episode terakhirnya pada Sabtu, 4 Januari 2025.
Adegan yang memicu perdebatan menunjukkan karakter Na Yu Ri, seorang penyiar berita, menyampaikan laporan tentang serangan udara yang dilakukan "Paltima" ke "Izmael," di mana warga Korea menjadi korban penculikan oleh kelompok militan bersenjata.
Nama fiksi tersebut diduga merujuk pada Palestina dan Israel, yang membuat penonton bereaksi keras terhadap pihak produksi drama. Berikut adalah rangkuman dampak kontroversi tersebut terhadap When the Phone Rings:
1. Gelombang Protes dan Boikot di Media Sosial
Kontroversi ini memicu reaksi masif di media sosial, dengan banyak penonton meluapkan kekecewaan terhadap tim produksi. Salah satu unggahan di platform X yang mengecam drama ini mendapat ribuan likes dan ratusan repost. Penonton menuding adegan tersebut sebagai bagian dari propaganda tersembunyi, sehingga seruan untuk memboikot drama ini pun semakin meluas.
2. Penurunan Drastis Rating Drama
Akibat protes besar-besaran, situs ulasan seperti Google dibanjiri komentar negatif. Rating When the Phone Rings anjlok menjadi 1.8 dari 5.0 bintang, menunjukkan penurunan drastis dalam waktu singkat. Diperkirakan jumlah ulasan buruk akan terus bertambah seiring kontroversi ini semakin viral.
3. Pemeran Na Yu Ri Dibanjiri Kritik
Jang Gyu Ri, aktris yang memerankan Na Yu Ri, menjadi sasaran kemarahan penonton. Postingan terbaru di akun Instagram-nya dipenuhi komentar pedas dari netizen yang kecewa. Meskipun peran tersebut hanya bagian dari skenario, warganet tetap menyalahkan aktris tersebut sebagai bagian dari produksi drama.
4. Seruan untuk Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Stasiun televisi MBC, yang menayangkan drama ini, didesak untuk memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada publik. Tidak hanya itu, sutradara Park Sang Woo dan penulis Kim Ji Woon juga diminta menjelaskan alasan memasukkan adegan yang menyinggung isu sensitif tersebut.
Kontroversi ini menjadi peringatan penting bagi industri hiburan untuk lebih berhati-hati dalam mengangkat tema atau elemen yang berpotensi memicu konflik geopolitik, mengingat dampaknya yang luas terhadap reputasi dan penerimaan karya mereka.