Penambahan ini rupanya merupakan inisiatif sutradara Park Sang Woo dan penulis Kim Ji Woon.
Banyak penonton merasa terganggu dengan cara konflik tersebut disajikan. Palestina, yang selama bertahun-tahun menjadi korban serangan udara brutal Israel dan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional, justru digambarkan sebaliknya.
Dalam drama, narasi berubah seolah Palestina yang menyerang Israel, lengkap dengan penculikan warga Korea sebagai latar.
Kritik keras ini mencoreng reputasi drama yang awalnya digadang-gadang menjadi salah satu tayangan terbaik di akhir tahun 2024.
Kini, kontroversi ini menjadi peringatan bagi industri hiburan untuk lebih berhati-hati dalam menyajikan isu sensitif, terutama yang menyangkut konflik geopolitik.