hiburan

Tahukah Kamu Budaya Unik Yang Ada Di Indonesia? Bau Nyale Salah Satunya

Kamis, 9 Juni 2022 | 15:35 WIB
Budaya Unik Di Indonesia

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Indonesia adalah negara yang kaya. Tidak hanya dari perspektif sumber daya alam, tetapi juga dari perspektif keragaman budaya. Dari Sabang hingga Marauke, wilayah ini menawarkan beragam budaya Indonesia.

Kita orang Indonesia tentu tahu bahwa negara ini memiliki keragaman budaya yang berbeda-beda dengan ciri dan karakteristik yang berbeda-beda. Bahkan keragaman budaya Indonesia ini dikenal luas di kalangan orang asing. Lalu apa sajakah keragaman budaya negara ini? Mengutip dari beberapa sumber, ini adalah beberapa budaya unik dari bentuk keanekaragaman budaya Indonesia yaitu:

  1. Bau Nyale (Nusa Tenggara Barat)


-
Bau Nyale (Nusa Tenggara Barat)

Mencari ikan di laut tentu merupakan hal yang sudah biasa. Namun, bagaimana jika ada sebuah tradisi mencari cacing di laut? Tradisi Bau Nyale merupakan tradisi masyarakat Sasak Lombok di mana masyarakat sekitar berupaya menangkap Nyale atau cacing laut warna-warni di pantai selatan Lombok. Tradisi tahunan ini diselenggarakan setiap tanggal 20 pada bulan ke 10 berdasarkan penanggalan masyarakat Sasak. Masyarakat Lombok percaya bahwa Nyale yang mereka cari merupakan jelmaan Putri Mandalika, seorang putri berparas cantik yang berkaitan erat dengan legenda Lombok Tengah.

  1. Makere- Kare (Bali)


-
Makere- Kare / Perang Pandan (Bali)

Pulau Bali juga menyimpan sebuah tradisi unik yang dilakukan oleh para lelaki di Desa Tenganan Pegringsingan sebagai sebuah persembahan bagi Dewa Indra. Dalam tradisi ini, pria-pria dari desa tersebut akan melakukan pertunjukan perang dengan menggunakan daun pandan berduri sebagai senjata serta perisai rotan untuk menangkis serangan lawan. Setelah melakukan ritual ini, semua peserta Mekare-kare akan duduk dan menyantap makanan bersama-sama sambil diobati luka-lukanya.

  1. Kebo – Keboan (Banyuwangi)


-
Kebo – Keboan (Banyuwangi)

Kebo-keboan digelar untuk memohon kesuburan sawah dan hasil panen yang melimpah. Budaya ini dijalankan masyarakat Banyuwangi, khususnya Suku Osing. Setiap tahunnya, kamu bisa melihat Kebo-keboan di Desa Alasmalang dan Aliyan pada 10 Muharram atau Suro. Acara dimulai dengan mengarak orang yang kerasukan roh gaib untuk dibawa ke Rumah Kebudayaan Kebo-keboan. Terakhir, akan ada Dewi Kesuburan dan Dewi Sri yang menaburkan benih padi kepada para petani dan kebo.

  1. Titi (Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat)


-
Titi / Menato Tubuh (Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat)

Suku Mentawai punya tradisi menato tubuhnya yang disebut Titi. Menato tubuh di sana tidak semudah seperti kebanyakan di kota besar. Persiapannya membutuhkan waktu berbulan-bulan. Mereka akan mengadakan ritual upacara yang dipimpin dukun adat. Selanjutnya, tuan rumah harus mengadakan pesta dengan menyembelih babi dan ayam. Motif tatonya juga tak sembarangan, karena fungsinya sebagai identitas dan jati diri Suku Mentawai. Mereka melakukannya secara tradisional dengan cara menusuk dengan jarum bertangkai kayu. Jarumnya terbuat dari tulang hewan atau kayu karai yang diruncingkan.

  1. Tatung (Singkawang, Kalimantan Barat)


-
Tradisi Tatung (Singkawang, Kalimantan Barat)

Layaknya debus, kamu yang belum terbiasa akan ngeri melihat tradisi Tatung di Singkawang. Dalam meramaikan Cap Go Meh Singkawang, ada ratusan orang yang melakukan tradisi tersebut. Tatung sendiri punya makna roh dewa dari bahasa Hakka. Dalam menjaga kesaktiannya, mereka diharuskan melakukan beberapa ritual. Salah satunya puasa makan daging setiap tanggal satu dan 15 setiap bulannya dalam penanggalan Tiongkok.

Tags

Terkini