Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Sejumlah musisi dunia lagi-lagi menyuarakan keluh kesah mereka terhadap label rekaman dan tim marketing, yang melakukan segala cara untuk mempromosikan musik baru mereka. Tapi kali ini, protesnya ditujukan pada sebuah platform. Katanya, TikTok merusak karier mereka.
Platform yang dulunya gudang video pendek berisi orang joget dan melakukan tantangan gaje, kini berubah menjadi ladang promosi bagi para musisi dan label yang membayar mereka.
Bagi para musisi yang menganggap karyanya sebagai bentuk ungkapan emosi dan bakat, TikTok tampak seperti wadah yang kurang tepat. Membuat video TikTok relatif simpel: bisa direkam sendiri tanpa sentuhan profesional. Dengan mempromosikan musik pada platform mainstream, hilang sudah ilusi seniman independen yang telah dibangun selama ini. Maka, tidak mengherankan bila semakin banyak musisi dan kreator konten menentangnya.
Ini pertarungan yang saling bertentangan antara label dan musisi — menyoroti perpecahan dalam blantika musik yang beda generasi.
Bagi musisi muda macam Lil Nas X, yang meraih popularitasnya berkat TikTok, ini perubahan organik dalam industri. Namun, bagi yang lain, bikin video viral demi mempromosikan lagu anyar merupakan cara licik menggaet penggemar yang lebih muda.
Penyanyi-penulis lagu Halsey menjadi musisi terbaru yang mengutarakan kekecewaannya terhadap hal ini. Dalam sebuah video TikTok, dia menyindir label yang diduga menahan perilisan single terbarunya sampai mereka menciptakan “momen viral” di platform berbagi video.
“Saya ingin lagu ini cepat dirilis, tapi label rekaman tidak memberi izin,” demikian bunyi teks putih di layar.
“Saya sudah delapan tahun berkarya dan telah menjual lebih dari 165 juta rekaman. Tapi perusahaan rekaman baru akan merilis lagunya setelah mereka menciptakan momen viral palsu di TikTok.”
“Semuanya tentang marketing. Mereka melakukan ini hampir ke semua musisi sekarang,” lanjutnya.