NAWACITAPOST.COM - Bangsal Isolasi, karya sutradara Adhe Dharmastriya dengan bintang utama Kimberly Ryder dan Wulan Guritno, menampilkan latar yang unik di penjara wanita, menjadikannya film Indonesia pertama dengan latar semacam itu.
Mengangkat tema keluarga, pencarian kebenaran, dan pengorbanan demi menyelamatkan orang terkasih, Bangsal Isolasi berlatar tahun 1990-an di Jawa Tengah.
Cerita dimulai saat Weni (Kimberly Ryder) menyamar sebagai narapidana di Lapas Wanita Ratu Adil untuk mengungkap misteri kematian adiknya.
Weni tidak sendirian dalam misinya; ia dibantu oleh Adit (Ibrahim Risyad), seorang anak buah jaksa yang menyamar sebagai sipir. Bersama, mereka mengumpulkan petunjuk yang mengarah pada konspirasi besar di balik dinding penjara.
Namun, perjalanan Weni tidak mudah. Ia harus menghadapi Bela (Wulan Guritno), narapidana senior yang sering membuat kerusuhan.
Siapa pun yang berurusan dengan Bela hampir selalu berakhir di bangsal isolasi, dan tidak pernah keluar hidup-hidup.
Trailer yang dirilis pada Sabtu (13/7/2024) menampilkan aksi seru antara Kimberly Ryder dan Wulan Guritno di dalam penjara. Wulan menyebut karakter Bela sebagai peran spesial yang memberinya kesempatan untuk kembali mengeksplorasi genre aksi, sesuatu yang terakhir ia lakukan sekitar 20 tahun yang lalu.
Bagi Kimberly Ryder, Bangsal Isolasi menandai kembalinya ke layar lebar. Ia menganggap film yang menggabungkan genre aksi, thriller, dan misteri ini sebagai proyek sempurna untuk comeback setelah vakum cukup lama dari industri film.
"Aku merasa tertantang banget setelah baca skripnya," kata Kimberly dalam pernyataan tertulis yang diterima Fimela. "Ditambah lagi ada adegan fighting dengan Mbak Wulan, itu seru sekaligus menantang banget buat aku".
Baca Juga: Sinopsis Film Horror Longlegs. Pembunuhan Berantai Bikin Gak Bisa Tidur
Benteng Van Der Wijck dipilih sebagai lokasi syuting utama untuk Bangsal Isolasi. Produser Mulyadi JP merasa benteng dari zaman Hindia Belanda ini sangat cocok karena aura khasnya yang dapat memperkuat atmosfer ketegangan dalam film.
"Benteng Van Der Wijck punya aura yang begitu spesifik dan unik, yang hampir tidak mungkin direplikasi oleh lokasi-lokasi lain," ujar Mulyadi.