NAWACITAPOST.COM - Baru-baru ini, Danielle dari NewJeans diumumkan sebagai duta global terbaru untuk merek mewah Prancis, Celine. Namun, pengumuman ini tidak luput dari kritik dari beberapa fanbase BLACKPINK, yang dikenal sebagai 'BLINKS', yang membandingkannya dengan duta global Celine sebelumnya, Lisa.
BLINKS telah dituduh menyebarkan narasi palsu, termasuk mengedit artikel dari situs web bernama ‘SK POP’ untuk secara keliru mengklaim bahwa Taehyun membantu Danielle mendapatkan peran duta besar, dan menyinggung bahwa BLACKPINK bertanggung jawab atas membuka jalan bagi idola K-pop wanita untuk menerima dukungan serupa.
Tindakan ini bukanlah yang pertama dari BLINKS; Haerin dan Minji NewJeans sebelumnya juga menjadi sasaran, meskipun merek tersebut didukung oleh anggota BLACKPINK Jisoo dan Jennie.
Baca Juga: Jihyo TWICE dan Yun Sung Bin Diduga Pacaran, Berawal dari Kesamaan Minat Olahraga
Reaksi ini telah mendorong penggemar K-pop lainnya untuk mengingatkan BLINKS bahwa Girls’ Generation adalah pionir sebagai duta merek mewah di industri ini, menimbulkan pertanyaan tentang mengapa ada rasa ketidakamanan di antara BLINKS mengingat pengaruh besar BLACKPINK dalam dunia fashion.
Tanggapan terhadap komentar negatif dari para BLINKS telah membuat Celine menonaktifkan komentar atas pengumuman penunjukan Danielle sebagai duta besar.
Para penggemar berpendapat bahwa para anggota BLACKPINK memiliki pengaruh besar dalam dunia fashion. Namun, pertanyaan muncul tentang mengapa BLINKS merasa begitu tidak aman hingga bertindak sejauh ini.
Beberapa pihak juga menyerukan untuk mengakhiri cyberbullying yang ditujukan kepada para idola muda ini.
Mengklaim bahwa BLACKPINK telah membuka jalur fesyen di K-pop mungkin terlalu berlebihan, sementara pengingat akan peran pionir Girls’ Generation tampaknya lebih tepat.
Kritik yang diberikan oleh BLINKS tidak hanya dianggap sebagai tindakan tidak dewasa, tetapi juga mendekati khayalan dan sifat yang kekanak-kanakan.