hiburan

PAMDI Surabaya Dilantik, Ach Mossodik Siapkan Dangdut Beretika dan Perlindungan Seniman

Minggu, 6 September 2026 | 18:43 WIB
Ach Mossodik Ketua DPC PAMDI Surabaya (kanan) bersama Djoko Ady Purnomo, sekretaris, ditemui usai Pengurus DPC PAMDI Surabaya periode 2026-2031, Minggu (6/9/2026)

Hak Cipta di Tengah Maraknya Cover dan AI

Di sisi lain, PAMDI Surabaya juga memberikan perhatian serius terhadap perlindungan karya.

Mossodik mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan DPD PAMDI Jatim dan DPP PAMDI terkait perlindungan hak pencipta lagu maupun arranger.

“Jangan sampai pencipta lagu atau pengarang aransemen dirugikan ketika karyanya dipopulerkan atau dicover oleh orang lain tanpa pengakuan dan hak yang layak,” katanya.

Persoalan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan platform digital dan teknologi AI yang memungkinkan sebuah karya musik diolah, direplikasi atau dimodifikasi dengan sangat mudah.

Yona Bagus Widyatmoko, Ketua Komisi A DPRD Surabaya sekaligus pembina DPC PAMDI Surabaya, berharap organisasi tersebut ikut mendorong penguatan payung hukum bagi para pelaku industri musik.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak boleh membuat pencipta lagu dan arranger kehilangan hak atas karya mereka.

Era cover dan AI, kata Yona, harus diikuti dengan aturan yang jelas mengenai penggunaan karya, hak ekonomi pencipta, atribusi serta mekanisme perlindungan ketika karya seseorang dimanfaatkan dalam berbagai bentuk.

“Teknologi boleh berkembang, kreativitas juga harus tumbuh. Tetapi jangan sampai pencipta lagu dan arranger justru menjadi pihak yang dirugikan,” demikian harapan Yona.

Bagi PAMDI Surabaya, tantangan kepengurusan lima tahun ke depan akhirnya bukan hanya soal bagaimana menggelar pertunjukan dangdut.

Lebih dari itu, organisasi dituntut mampu menciptakan ekosistem musik yang aman, beretika, profesional, ramah terhadap regenerasi, serta memberikan perlindungan nyata terhadap karya dan kehidupan para seniman.

Dari Surabaya, PAMDI ingin membangun dangdut yang tetap dekat dengan rakyat, tetapi sekaligus memiliki posisi kuat sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. ***

Halaman:

Tags

Terkini