NAWACITAPOST.COM - Penyanyi legendaris Atiek CB, yang telah lama tak terdengar kabarnya, baru-baru ini membagikan pengalamannya tentang mengidap gangguan kesehatan mental.
Melalui wawancara di saluran YouTube VOA Indonesia, Atiek CB mengungkapkan bahwa dirinya mengidap gangguan kesehatan mental.
Atiek Prasetyawati, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Atiek CB, memilih untuk membuka cerita tentang hidupnya secara Terbuka.
Dia mengungkapkan bahwa dia mengidap gangguan kesehatan mental setelah pindah ke Amerika.
Baca Juga: Angel Karamoy Unggah Foto Pakai Jilbab, Netizen Beri Pujian atas Toleransinya
Saran dari suaminya untuk melakukan konseling, baik untuk dirinya sendiri maupun anak-anaknya, dianggapnya sebagai langkah yang tepat dalam mengatasi masalah ini.
"Setelah pindah ke amerika aku udah up and dwon, suamiku saranin aku konseling, anak ku juga konseling," kata Atiek.
Menurutnya, kondisi ini tidak hanya dialaminya sendiri, tetapi juga merupakan keturunan, karena beberapa anggota keluarganya juga memiliki gangguan kesehatan mental.
Beberapa tahun yang lalu, Atiek mulai membuka diri tentang kondisinya. Saat menjadi relawan di program terkait skizofrenia, dia merasa nyaman untuk berbicara tentang pengalamannya.
"Beberapa tahun lalu aku mulai terbuka, saat jadi volunter Schizophrenia disitu aku mulai terbuka,dari kecil aku kan orangnya straight forward saat punya mental disolder aku ngomong aja," lanjutnya.
Baca Juga: Profil Gilga Sahid, Musisi yang Diisukan Sebagai Kekasih Happy Asmara
Atiek juga menekankan pentingnya keterbukaan, terutama bagi generasi muda yang sering terpapar media sosial. Dia percaya bahwa tekanan untuk hidup seperti idola mereka di media sosial bisa menjadi beban yang berat.
"Saya yakin bahwa jika masyarakat lebih terbuka, terutama anak-anak muda yang kecanduan media sosial, tekanan yang mereka hadapi, terutama perempuan, bisa sangat besar," jelasnya.
Menurutnya, banyak dari mereka yang ingin hidup seperti idola mereka, tanpa menyadari bahwa kehidupan tersebut seringkali tidak sesuai dengan realitas yang sebenarnya.