NAWACITApost.com - Twinkling Watermelon bukan hanya sekadar drama Korea yang menghibur, tetapi juga mengandung pesan-pesan penting tentang bahasa isyarat.
Bahasa isyarat adalah bahasa yang digunakan oleh komunitas Tuli untuk berkomunikasi. Tidak hanya itu, bahasa isyarat juga merupakan alat bagi penggunanya untuk mengidentifikasi diri dan memperoleh informasi.
Menghadirkan nuansa yang hangat, drama ini bisa membuat penonton terharu dan menangis karena beberapa adegan yang menyentuh hati. Tidak hanya itu, pemain lainnya yakni Choi Hyun Wook dan Seol In A juga memiliki pendapatnya sendiri tentang drama ini.
Eun Gyeol berperan sebagai penerjemah bagi keluarga saat pindah, pergi ke bank untuk konsultasi pinjaman, pergi ke kantor setempat untuk mengajukan pengaduan, dan pergi ke kantor polisi. Saat terjadi perkelahian antar orang dewasa, terkadang mereka berdiri di tengah seperti wasit dan berbicara. Hal terpenting dalam hidup Eun Gyeol adalah keluarga.
Usaha Ryeoun dalam drama Twinkling Watermelon selanjutnya adalah mempelajari bahasa isyarat. Hal terpenting dalam memerankan Eun Gyeol adalah bahasa isyarat. Ryeoun harus mencerna bahasa isyarat, dialog, dan ekspresi emosi sekaligus. Dia mengatakan dia menghadiri pusat bahasa isyarat tiga bulan sebelum syuting proyek tersebut dan mempelajarinya.
Twinkling Watermelon merupakan drama fantasi di mana siswa anak dari orang tua tunarungu, Eun Gyeol (Ryeoun) melakukan perjalanan waktu ke tahun 1995. Saat itu ia bertemu orang tuanya, Lee Chan (Choi Hyun Wook) dan Chung Ah (Shin Eun Soo), sebagai siswa SMA.