event

Pengurus MWC NU Genuk Semarang Resmi Dilantik: Perbesar Kemanfaatan, Bukan Cari Kehormatan

Minggu, 4 Oktober 2026 | 21:30 WIB

NAWACITAPOST.COM — Semangat pengabdian tanpa pamrih dan komitmen pelayanan umat mengema kuat dalam arena Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah.
 
Bertempat di halaman kantor MWC NU Genuk pada Minggu (4/10/2026), momentum sakral pengambilan sumpah (baiat) tersebut menjadi panggung penegasan kembali marwah perjuangan NU: memperbesar kemanfaatan bagi sesama dan mengikis habis ambisi mengejar kehormatan maupun remah kekuasaan.

Dalam suasana khidmat yang menyatukan ratusan warga nahdliyin, pesan mendalam mengenai hakekat ber-NU mengemuka secara dramatis.
 
Baca Juga: Formasi Utama Pulih, Menkeu Suahasil Nazara Siap Pimpin Tiga Wakil Menteri Mengawal Fiskal Negara
 
Menjadi pengurus Nahdlatul Ulama bukanlah sarana untuk merengkuh popularitas ataupun status sosial, melainkan sebuah wahana untuk mentransformasi kemanfaatan individu dan keluarga menjadi keberkahan yang jauh lebih luas bagi umat, bangsa, dan negara.
 

Prinsip dasar ini ditegaskan secara selaras oleh Ketua MWC NU Genuk H Muhammad Supriyadi bersama Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang Prof Dr H Abdurrohman dalam sesi sambutan usai baiat.
 
Keduanya mengingatkan kembali fondasi historis pendirian NU oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari yang ditujukan untuk membangun ruh perjuangan (ruhul jihad) dan jiwa pelayanan (khidmah).
 
Baca Juga: Benteng Ideologi: Wakil Ketua DPRD Nganjuk Jianto Tegaskan Pancasila Kompas Moral Bangsa

Pesan tersebut menggarisbawahi bahwa ukuran utama seorang pengurus NU tidak terletak pada tingginya struktur kepengurusan yang diemban, melainkan pada seberapa besar kontribusi nyata yang dirasakan oleh masyarakat.
 
 
Pengurus PBNU tidak lebih penting daripada pengurus PWNU, pengurus PWNU tidak lebih penting daripada pengurus PCNU, dan pengurus PCNU tidak lebih penting daripada pengurus MWC NU.
 
Di hadapan Allah SWT, derajat tertinggi hanyalah milik mereka yang memberikan kemanfaatan paling luas bagi sesama.
 
Pemerintah Kota Semarang menyambut hangat pengukuhan kepengurusan baru ini.
 
Baca Juga: Sensasi Pasar Otomotif: Mobil Bekas Termuda Kian Ramah Kantor, Tak Selalu Mahal
 
Dalam sambutan tertulis Walikota Semarang yang dibacakan oleh Camat Genuk Wahyudi, NU dinilai memiliki peran vital dan tak terpisahkan sebagai mitra strategis pemerintah di semua bidang pembangunan rakyat.

"NU tidak sekedar organisasi keagamaan. Tapi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan segala bidang. Kami berharap terus bisa bersinergi dan bekerjasama. Terlebih lagi, kantor MWC NU Genuk persis berada di depan kantor Camat Genuk," tutur Wahyudi menyelingi teks sambutan tertulis Walikota.

Guna memastikan sinergi dan pelayanan langsung hingga ke akar rumput, pelantikan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus lembaga-lembaga sektoral yang telah terbentuk.
 
Lembaga-lembaga tersebut meliputi Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, Lembaga Amil Zakat, Infaq, Sedekah NU (LAZISNU), Lembaga Perekonomian NU, Lembaga Pengembangan Seni Budaya Muslimin (Lesbumi), Lembaga Takmir Masjid (LTMNU), Lembaga Wakaf Produktif NU, serta Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU (LAKPESDAM).
 
Baca Juga: Formasi Baru Kemenkeu: Suahasil Nazara Pimpin Sinergi Sambut Dwi Wamenkeu Anyar

Turut dilantik pula kepengurusan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBINU), Lembaga Falakiyah NU, Lembaga Dakwah NU (LDNU), Lembaga Bantuan Hukum NU (LBHNU), Lembaga Bahsul Masail NU (LBMNU), dan Lembaga Khususiyah NU.

Simbolisasi unik dan penuh makna mewarnai prosesi pelantikan jajaran lembaga tersebut.
 
Masing-masing ketua lembaga menerima dan memegang papan nama lembaga yang nantinya akan dipasang di dinding depan rumah kediaman mereka masing-masing. Langkah inovatif ini diambil sebagai wujud keterbukaan dan kemudahan akses bagi warga yang membutuhkan bantuan serta layanan NU kapan pun diperlukan.

Ketua MWC NU Genuk, H Muhammad Supriyadi, menegaskan kembali bahwa NU adalah sebuah barisan yang terorganisasi (jam'iyyah), bukan sekadar kumpulan orang (jama'ah).
 
Baca Juga: Langkah Besar Presiden Prabowo Subianto Kembali Gelar Reshuffle Kabinet ke-7
 
Mengingat nama Nahdlatul Ulama bermakna "Kebangkitan Para Ulama/Orang-Orang Berilmu", maka seluruh jajaran pengurus dituntut untuk terus bangkit bergerak mengemban misi keagamaan dan kemanusiaan melalui penegakan keadilan serta pembelaan terhadap kaum yang dilemahkan (kaum mustad'afin).

"Kami pengurus MWC NU Genuk bertekad menjadi solusi problematika umat, menolong dan membantu masyarakat melui layanan NU," ujar praktisi koperasi syariah tersebut dengan penuh optimisme.

Rangkaian acara berlangsung semarak dan penuh kehangatan ukhuwah dengan hadirnya jajaran pimpinan PCNU Kota Semarang, seperti Wakil Ketua PCNU H Agus Fathudin Yusuf dan H Iman Fadilah, Sekretaris PCNU H Jumarno, serta Bendahara PCNU H Pargono.
 
Unsur Forkopimcam Genuk turut hadir melengkapi keberagaman, meliputi Camat Genuk, Danramil Genuk, Kapolsek Genuk, hingga perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang.
 
Baca Juga: Dobrak Pasar Global: Kanwil Bea Cukai Sumbagbar Pacu Komoditas Lampung Tembus Ekspor

Dukungan otonom dan lintas badan juga terlihat dari kehadiran pimpinan cabang Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa (PSNU PN), serta perwakilan pengurus MWC NU dari pelbagai kecamatan se-Kota Semarang.

Prosesi pelantikan yang sarat nilai perjuangan ini kemudian ditutup dengan penyampaian Mauidhoh Hasanah serta pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bugen Al Itqon Semarang, KH Abdul Haris Sodaqoh.
 
Doa tersebut mengunci komitmen para pengurus baru untuk melangkah pasti menyebarkan kemanfaatan tanpa lelah di bumi Genuk.

Tags

Terkini