ekonomi

BI Jatim Dorong Pelaku Usaha Hadapi Ketidakpastian Global, Transaksi Mata Uang Lokal Jadi Andalan

Kamis, 3 September 2026 | 11:37 WIB

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi membuat kebutuhan terhadap data ekonomi yang akurat semakin penting. Di tengah situasi tersebut, Bank Indonesia (BI) Jawa Timur mendorong dunia usaha untuk memperkuat kolaborasi sekaligus memanfaatkan skema transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Temu Responden dan Sosialisasi Local Currency Transaction (LCT) yang digelar Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur di Surabaya, 1 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 responden dari kalangan pelaku usaha dan akademisi.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan bahwa responden survei memiliki posisi penting dalam membantu bank sentral membaca kondisi perekonomian Jawa Timur secara lebih nyata.

“Bagi Bank Indonesia, responden bukan sekadar sumber data. Responden adalah strategic partner yang membantu memahami perekonomian Jawa Timur,” kata Ibrahim.

Menurutnya, BI Jawa Timur menjalankan 11 jenis survei untuk memperoleh gambaran langsung mengenai perkembangan sektor riil. Data yang dihimpun dari lapangan tersebut menjadi salah satu bahan penting dalam proses asesmen dan perumusan kebijakan.

Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Ia menilai data lapangan yang lengkap sangat dibutuhkan agar kebijakan ekonomi yang dihasilkan tidak hanya bertumpu pada indikator makro, tetapi juga mencerminkan kondisi nyata yang dihadapi pelaku usaha.

“Data dari lapangan yang lengkap menjadi basis dalam diskusi kebijakan yang kami lakukan bersama Bank Indonesia,” tegas Emil.

Ia menjelaskan, data realisasi dari berbagai lembaga yang kemudian diperkuat hasil survei dan kegiatan liaison dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi ekonomi Jawa Timur.

Dengan basis informasi tersebut, asesmen perekonomian dapat disusun secara lebih komprehensif dan menjadi bahan rekomendasi kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

LCT Jadi Strategi Kurangi Risiko Kurs

Selain membahas pentingnya data ekonomi, pertemuan tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan lebih jauh skema Local Currency Transaction (LCT) kepada dunia usaha.

LCT merupakan inisiatif penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi antarnegara. Skema ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas rupiah, mengurangi risiko nilai tukar, sekaligus memperkuat ketahanan pasar keuangan domestik.

Sosialisasi dikemas dalam format talk show dengan menghadirkan Chief Economist Bank Permata Josua Pardede, Deputi Direktur Departemen Internasional BI Elyana K. Widyasari, serta Kepala Bidang Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I Bagus Sulistijono.

Bagi pelaku usaha yang terlibat dalam aktivitas perdagangan internasional, skema tersebut dapat dimanfaatkan melalui bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD). Dukungan kepabeanan juga menjadi bagian penting dalam implementasi transaksi perdagangan internasional tersebut.

Saat ini, kerja sama LCT Indonesia telah mencakup enam negara, yakni Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Halaman:

Tags

Terkini