daerah

92 Titik Panas Terdeteksi di Tahura R Soerjo, Karhutla Rusak 10 Km Pipa Air Warga

Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:28 WIB
10,26 Kilometer Pipa Air Rusak akibat Karhutla Tahura R Soerjo, Pemprov Jatim Siapkan Langkah Darurat

PASURUAN, NAWACITAPOST.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Jawa Timur, masih menyisakan 92 titik panas. Selain mengancam kelestarian hutan, kebakaran tersebut merusak jaringan pipa air bersih sepanjang 10.260 meter di tiga desa penyangga Kabupaten Pasuruan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung penanganan karhutla di Posko Kebakaran Tahura R. Soerjo, Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Selasa (20/10/2026) malam. Dalam rapat koordinasi bersama jajaran terkait, Khofifah menegaskan keselamatan petugas dan relawan harus menjadi prioritas utama dalam operasi pemadaman.

“Yang harus kita lakukan sekarang adalah kewaspadaan dan kehati-hatian para relawan,” kata Khofifah.

Ia mengingatkan bahwa kondisi medan pegunungan, arah angin, serta perkembangan api harus diperhitungkan secara cermat untuk mencegah jatuhnya korban. Apalagi, penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo sebelumnya mengakibatkan lima relawan meninggal dunia dan satu orang masih menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Khofifah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dinas Sosial dan BPBD Jawa Timur telah melakukan takziah ke lima rumah duka, sedangkan biaya perawatan korban yang masih dirawat ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Yang di Bromo itu sesungguhnya mereka tidak di area karhutla. Ada karhutla yang anginnya kencang sehingga kecepatan angin itu tidak bisa dimitigasi secara lebih aman,” ujarnya.

Karena itu, Khofifah meminta koordinasi antara petugas kehutanan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, pemerintah daerah, TNI, dan Polri diperkuat. Kesiapan perlengkapan pelindung, komunikasi antartim, jalur evakuasi, serta pemantauan kondisi personel harus menjadi perhatian selama pemadaman berlangsung.

Berdasarkan laporan Dinas Kehutanan Jawa Timur, sebanyak 493 personel gabungan terlibat dalam penanganan karhutla pada 13–19 Oktober 2026 di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Mereka terdiri atas polisi kehutanan, Manggala Agni, BPBD, Polri, penyuluh kehutanan, MPA, relawan, dan masyarakat setempat.

Pemprov Jatim juga telah mengomunikasikan permohonan bantuan helikopter untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing atau pengeboman air dari udara.

“Kita sudah mengomunikasikan agar mendapatkan perbantuan heli untuk melakukan water bombing. Saya rasa kalau ada water bombing, kita bisa lebih efektif,” kata Khofifah.

Selain keselamatan petugas, dampak kebakaran terhadap pasokan air bersih masyarakat menjadi perhatian serius. Laporan penanganan mencatat kerusakan pipa sepanjang 10.260 meter, meliputi 4.000 meter di Desa Tambaksari, 3.750 meter di Desa Jatiarjo, dan 2.510 meter di Desa Dayurejo, Kabupaten Pasuruan.

Untuk memenuhi kebutuhan mendesak, distribusi air bersih melalui mobil tangki atau dropping air menjadi salah satu langkah yang disiapkan. Sementara itu, pemulihan jangka panjang dilakukan melalui pemetaan sumber air, rencana pengeboran sumur, serta perbaikan jaringan pipa distribusi.

Khofifah mengatakan Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah memetakan jaringan pipa yang terdampak. Pemprov Jatim juga siap mendukung pemenuhan air bersih melalui pemanfaatan sumber air yang tersedia.

“Intinya, pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat semaksimal mungkin kita ikhtiarkan untuk bisa terpenuhi. Jangka pendeknya memang dropping air bersih, tetapi jangka panjangnya harus ada sumur atau, kalau ada sumber, kita tarik dengan pipa,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini