daerah

Cegah Perundungan Berujung Maut, Akmarawita Minta DP3APPKB Perkuat Peran Keluarga dan RT/RW

Senin, 19 Oktober 2026 | 17:23 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir (Nawi)

Pemkot Dampingi Keluarga Korban dan Anak yang Diduga Terlibat

Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi Pemkot Surabaya pada Senin (19/10/2026), DP3APPKB telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban sekaligus melakukan penjangkauan terhadap anak-anak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kepala DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayati, menyatakan pendampingan diberikan kepada kedua keluarga dengan mempertimbangkan kebutuhan perlindungan anak. Pemkot juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan anak-anak yang diduga terlibat memperoleh penanganan yang sesuai, termasuk pemeriksaan kondisi psikologis oleh tenaga profesional.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan perlindungan terhadap keluarga korban sekaligus pemenuhan hak anak yang berhadapan dengan hukum.

Dorong Kasus Diusut Tuntas

Di sisi lain, Akmarawita mendorong kepolisian mengusut tuntas perkara tersebut agar fakta-fakta di balik meninggalnya anak penyandang disabilitas itu dapat terungkap secara jelas.

Menurut dia, proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sementara Pemkot Surabaya perlu menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat sistem pencegahan kekerasan terhadap anak, khususnya anak penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian dan perlindungan sesuai kebutuhannya.

“Kasus ini sudah bergulir di kepolisian. Kami mendorong agar dituntaskan sesuai proses hukum. Pada saat yang sama, dinas terkait harus mengevaluasi program-program pencegahan supaya kejadian serupa tidak kembali terjadi,” katanya.

Akmarawita berharap penguatan peran DP3APPKB, keluarga, dan masyarakat dapat membangun lingkungan yang lebih aman bagi seluruh anak di Surabaya. Ia menegaskan, perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau keluarga secara terpisah, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara konsisten.

Dengan pengawasan yang lebih peka, edukasi keluarga yang berkelanjutan, serta jalur pelaporan yang mudah diakses, potensi kekerasan terhadap anak diharapkan dapat dikenali lebih dini dan ditangani sebelum menimbulkan dampak yang fatal. ***

Halaman:

Tags

Terkini