Surabaya NAWACITAPOST - Rangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) ke-42 masih diisi dengan tema-tema kebudayaan dan akademik. Hal ini selaras dengan visi UWKS sebagai kampus berbudaya.
Begitu disampaikan Dr.dr. H. Sukma Sahadewa, M.Kes, SH,MH.S.Sos, M.Sos, CLA ,FISH, FISCM., selaku koordinator panitia pelaksana Dies Natalis UWKS ke-42, saat dijumpai awak Nawacitapost, Senin 26 Juni 2023.
Wakil Dekan bidang kemahasiswaan Fakultas Kedokteran UWKS ini menyampaikan bahwa, secara bergiliran, kali ini Fakultas Kedokteran di amanatkan untuk menjadi panitia inti kegiatan Dies Natalis yang digelar mulai tanggal 19 hingga 25 Juni 2023.
"Secara garis besar, kegiatan Dies Natalis dibagi menjadi 3 tiga kegiatan utama. Yang Pertama adalah acara pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan rapat terbuka senat pada hari Senin tanggal 19 Juni 2023 lalu, " Ungkapnya.
Pembukaan acara Dies Natalis, kata dr. Sukma, ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Rektor bersama pihak Yayasan, sebagai wujud rasa syukur bahwanya sejak berdirinya tahun 1981, UWKS yang mempunyai moto 'Anggung Wimbuh Linuwih', telah berjalan sesuai dengan visi, misi dan tujuannya.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan rapat terbuka senat UWKS dengan orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Kuntaman, dr, MS, Sp.MK (K)., konsultan dan juga sekaligus sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
Dan dihari pertama rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan pertunjukan reog dengan judul 'Babad Bumi Wengker'. "Ditampilkan dengan apik oleh para budayawan Surabaya sebagai wujud rasa budaya di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya," beber dr. Sukma.
Tak kalah menarik, di hari kedua rangkaian kegiatan diisi dengan pertunjukan 'OKOL' yang diambil dari tradisi masyarakat Setro - Gresik dan sekitarnya. Kegiatan ini di tujukan untuk mengangkat budaya khususnya di Surabaya.
Tradisi 'OKOL' sendiri sesuai cerita berawal dari tahun 1912 dan mempunyai filosofi atau cerita di masyarakat yang saat itu sedang dilanda kesulitan karena tidak adanya hujan. Masyarakat pun berdoa dan melakukan suatu ritual, dan ternyata secara tiba-tiba turunlah hujan sehingga mereka bergembira, bersukacita sembari menari-nari seperti orang sedang bergulat. Dan akhirnya secara turun temurun masyarakat di wilayah Surabaya Barat masih sering menggelar tradisi tersebut.
"Karena Tradisi 'OKOL' ini dari sekitaran Surabaya dan sudah mulai punah dan tidak ada yang melestarikan, maka UWKS menjadi satu-satunya yang melestarikan dan di pertunjukkan dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-42 ini," beber Dosen ilmu kesehatan masyarakat dan kedokteran komunitas ini.
Beberapa lomba antar Fakultas, Biro dan seluruh Civitas Akademika juga digelar di hari kedua, seperti lomba Tarik tambang, Balap karung, Balap Bakiak Beregu, Lomba Tiktok dan Rujak ulek Nusantara.
Dihari yang sama juga dilaksanakan kegiatan kewirausahaan yang dilakukan oleh alumni, mahasiswa dan masing-masing Fakultas. "Kegiatan kewirausahaan disambut antusias oleh beberapa produk alumni, dari produk-produk kecantikan, dari Laboratorium, Perbankkan dan terutama oleh kewirausahaan fakultas yang menjual telor hingga binatang reptil," ucap dr. Sukma antusias.
Selain itu juga ada pameran dan penjualan produk-produk dari masyarakat binaan UWKS seperti tas, asesoris dll. "Menarik sekali," ungkap Dokter yang sekaligus adalah praktisi hukum dan politik ini.
Disisi akademis yang lain, panitia juga menggelar seminar nasional dengan 3 narasumber. Diantaranya adalah Dr. drh. Siti Gusti Ningrum yang mengulas tentang penelitian Walet. Pembicara kedua adalah Dr. dr. Budi Setiawan, M.Kes., yang mengulas terkait antara Tempe dan TBC. Kemudian juga ada Narasumber Dr. Mas Fuatun, M.Si.
Di malam harinya, masih dr. Sukma, di lapangan persahabatan UWKS digelar tradisi Nasional berupa pertunjukan Tari Kecak yang dibawakan oleh 60 penari yang semuanya adalah Mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran.
"Ini menjadi momentum yang menarik karena mendatangkan semua ornamen dari Bali tetapi sebagai penari, pelatih dan semuanya adalah dari civitas akademika dari UWKS," ungkapnya.
Yang terakhir adalah kegiatan ziarah ke makam para pendiri UWKS yaitu bapak Said dan bapak Blegoh. Sementara untuk bapak Sunandar, meski makamnya di Kalibata Jakarta, namun tetep didoakan dari Surabaya.
Selain itu juga ada kegiatan bakti sosial donor darah yang targetnya hanya 50 pendonor, ternyata melebihi batas hingga 100 lebih pendonor.
Begitu pula untuk bakti sosial pemeriksaan kesehatan. Dari target 200 pasien, ternyata hingga lebih dari 400 orang. Baksos pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tim bantuan medis EMR Spine FK-UKWS.
"Jadi selain kegiatan yang mengangkat minat bakat, kita juga mengangkat nilai-nilai ilmiah dan pengabdian masyarakat," ucap dr. Sukma, mengakhiri. (BNW)